Tautan-tautan Akses

Pentagon: Laporan Media Soal Stasiun Mata-Mata China di Kuba ‘Tidak Akurat'


FILE - Juru Bicara Pentagon Brigjen Pat Ryder di Pentagon, Washington, 10 Februari 2023.
FILE - Juru Bicara Pentagon Brigjen Pat Ryder di Pentagon, Washington, 10 Februari 2023.

Pentagon mengatakan laporan bahwa China dan Kuba telah mencapai pakta rahasia yang mengizinkan Beijing untuk membangun fasilitas penyadapan elektronik di pulau yang berjarak 160 kilometer dari AS itu “tidak akurat.”

"Saya dapat beritahu kalian, berdasarkan informasi yang kami miliki, itu tidak akurat. Kami tidak tahu China dan Kuba membangun stasiun mata-mata seperti itu,” kata sekretaris pers Pentagon Brigjen Pat Ryder kepada wartawan di Pentagon hari Kamis.

Menurut berbagai laporan, yang pertama kali muncul di Wall Street Journal yang mengutip para pejabat intelijen yang nama mereka tidak disebut, China telah setuju untuk membayar miliaran dolar untuk Kuba yang kesulitan keuangan. Uang itu dimaksudkan untuk membangun fasilitas mata-mata, yang akan memungkinkan China mengumpulkan komunikasi elektronik dari seluruh bagian tenggara AS, di mana banyak pangkalan militer berlokasi.

Ryder menambahkan bahwa Pentagon tidak tahu China mendirikan pangkalan militer jenis apa pun di Kuba atau di tempat lainnya di kawasan itu. Namun ia memperingatkan bahwa hubungan antara Kuba dan China adalah hal yang dipantau Pentagon, beserta semua jenis “aktivitas pemaksaan dan aktivitas bermusuhan” China di Belahan Bumi Barat.

Seorang pejabat senior Gedung Putih juga menyebut laporan media itu “tidak akurat.”
Seorang pejabat Departemen Pertahanan, yang menolak mengomentari langsung laporan itu, memberitahu VOA bahwa AS masih “dapat memenuhi semua komitmen keamanan di dalam negeri dan di seluruh kawasan.”

“Pada tingkat yang lebih luas, kami tahu mengenai upaya China untuk berinvestasi dalam infrastruktur di seluruh dunia yang mungkin memiliki tujuan militer, termasuk di Belahan Bumi Barat,” kata pejabat itu.

Kementerian Luar Negeri China hari Jumat menuduh AS “menyebarkan rumor dan fitnah,” lapor kantor berita Reuters. Seorang juru bicara di Kedutaan Besar Kuba di Washington memberitahu VOA bahwa laporan Journal itu “keliru.”

Sebelumnya hari Kamis, wakil menteri luar negeri Kuba Carlos Fernández de Cossio, mengatakan laporan itu “sama sekali keliru dan tak berdasar.” “Fitnah seperti ini sering kali dibuat-buat oleh para pejabat AS,” lanjutnya. [uh/ab]

Forum

XS
SM
MD
LG