Tautan-tautan Akses

Penerima Beasiswa Fulbright Khawatir dengan Larangan Perjalanan


Beberapa mahasiswa penerima beasiswa Fulbright (foto: ilustrasi).

Beberapa penerima beasiswa internasional Fulbright di Amerika mengatakan khawatir mengenai peluang mereka untuk kembali ke Amerika melanjutkan studi jika pulang libur ketika larangan perjalanan sementara diberlakukan Amerika.

“Satu-satunya yang membantu saya bertahan dari musim dingin yang sangat keras di Syracuse adalah saya pulang bulan Februari untuk bertemu keluarga saya,” kata Ayman Idris, peraih beasiswa Fulbright asal Sudan di Syracuse University di negara bagian New York. Idris mengatakan berharap untuk menghadiri wisuda adik lelakinya dari fakultas kedokteran di Sudan 10 Februari.

Tapi ia membatalkan kepulangannya setelah pemerintahan Trump tanggal 27 Januari mengeluarkan larangan sementara bagi warga dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Imigran dan pengungsi dari Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman untuk sementara dilarang masuk ke Amerika selagi Amerika memperkeras pemeriksaan terhadap pendatang ke negeri ini.

Larangan itu juga berdampak pada mahasiswa yang berada di Amerika dengan visa akademik sementara dan visa belajar. Biasanya mereka diizinkan pulang ke negara mereka dan kembali ke Amerika tanpa larangan.

Program Fulbright memberi beasiswa kepada hampir 4.000 mahasiswa internasional setiap tahun. Lebih dari 370 ribu penerima beasiswa itu berasal dari lebih 160 negara telah berpartisipasi sejak 1946 dalam program yang disponsori oleh Departemen LN Amerika. [my/al]

XS
SM
MD
LG