Tautan-tautan Akses

Sebuah Riset AIDS Disebut sebagai Terobosan Terbaik Tahun 2011


Penggunaan obat antiretroviral (ARV) akan secara drastis mengurangi risiko penularan virus HIV ke pasangan penderita AIDS (foto: ilustrasi).
Penggunaan obat antiretroviral (ARV) akan secara drastis mengurangi risiko penularan virus HIV ke pasangan penderita AIDS (foto: ilustrasi).

Jurnal Science menyebut sebuah penelitian mengenai AIDS sebagai Terobosan Terbaik Tahun 2011, karena uji klinis itu mendapati bahwa obat-obat antiretroviral dapat digunakan untuk menurunkan risiko penularan HIV secara dramatis.

Uji klinis HPTN 052 membuktikan bahwa pemberian obat lebih awal kepada orang yang tertular HIV akan mengurangi risiko penularan virus tersebut ke pasangan mereka yang sehat hingga 96 persen.

Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Myron Cohen, Direktur Lembaga Kesehatan Global dan Penyakit Menular di Universitas North Carolina di Chapel Hill. Ia mengatakan meskipun hasil penelitian diumumkan pada bulan Mei, penelitian pendahuluan telah dimulai 20 tahun silam.

“Sebelumnya kami punya dugaan kuat berdasarkan semua penelitian biologi yang telah kami lakukan bahwa jika kita mengobati dan menurunkan konsentrasi HIV dalam darah dan sekresi, kita membuat penularannya berkurang. Tetapi, kami tidak memahami seberapa besar manfaatnya,” ujarnya.

Data dari kajian itu telah digunakan pada berbagai tingkat. Ia mengatakan, penelitian 052 pada enam bulan belakangan ini telah menyebabkan perubahan kebijakan di Amerika serta Organisasi Kesehatan Dunia dan UNAIDS. Ini mengilhami uji klinis baru berbasis komunitas yang menerapkan temuan ilmiah itu dan sebentar lagi diluncurkan.

Perubahan-perubahan kebijakan itu mencakup perawatan orang-orang yang tertular HIV sewaktu sistem kekebalan tubuh mereka masih relatif baik. Penelitian ini juga mendorong Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton untuk menyatakan bahwa memberantas HIV/AIDS bukan hal mustahil.

Namun, Cohen menyatakan hasil penelitian ini akan sia-sia jika tidak dikaitkan dengan aspek-aspek lain dalam penanganan dan pencegahan penularan HIV. Ia menyadari bahwa hasil penelitian ini dilansir di tengah-tengah resesi global, sewaktu banyak donatur mengurangi pengeluaran mereka. Akan tetapi, ia menyatakan tetap optimistis mengenai masa mendatang.

Dr. Anthony Fauci, Direktur Lembaga Nasional AS untuk Penanganan Alergi dan Penyakit-penyakit Menular.
Dr. Anthony Fauci, Direktur Lembaga Nasional AS untuk Penanganan Alergi dan Penyakit-penyakit Menular.

Di antara mereka yang menyambut baik hasil penelitian itu adalah Mitchell Warren, ketua kelompok advokasi AIDS, AVACS.

Ia mengatakan, “Pengobatan adalah juga pencegahan. Ini merupakan hal yang berbeda secara mendasar, karena selama bertahun-tahun perdebatannya adalah apakah kita harus mengobati atau mencegah. Hasil penelitian HPTN 052 pada dasarnya mengukuhkan bahwa pengobatan adalah pencegahan.”

Ia mengatakan kabar baru yang membesarkan hati muncul dalam 12 hingga 18 bulan belakangan ini. Di antaranya, penelitian mikrobisida yang sukses, bukti bahwa obat antiretroviral dapat mencegah penularan awal HIV dan kemajuan dalam riset mengenai vaksin. Warren sependapat bahwa akhir epidemi HIV/AIDS semakin dekat.

HPTN 052 disponsori oleh Lembaga Nasional untuk Penanganan Alergi dan Penyakit-Penyakit Menular. Direktur lembaga tersebut, Dr Anthony Fauci, mengatakan pengakuan oleh jurnal Science merupakan penghargaan bagi para peneliti dan lebih dari 3.000 partisipan penelitian ini.

XS
SM
MD
LG