Tautan-tautan Akses

AS

Peneliti Deteksi Varian Virus Corona di California Selatan


Pengunjung mengenakan masker saat mengamati lokasi vaksinasi COVID-19 di Stadion Dodger di Los Angeles, Jumat, 15 Januari 2021. (Foto AP / Marcio Jose Sanchez)

Para peneliti menyatakan mereka telah mendapati galur baru virus corona di California Selatan, yang sekarang ini menjadi daerah di AS yang paling terpukul oleh virus tersebut.

Cedars-Sinai, salah satu pusat medis akademis nirlaba terbesar di AS, menyatakan, timnya meneliti sampel dari 192 pasien di rumah sakitnya di Los Angeles, serta 4.000 lebih sampel dari California Selatan selama November dan Desember lalu.

Galur baru itu ditemukan di 36 persen sampel di Los Angeles dan di 24 persen sampel dari wilayah yang lebih luas.

Para penulis penelitian itu menyatakan prevalensi tersebut “sangat mencolok” karena galur baru itu pertama kali ditemukan dalam satu kasus pada bulan Juli dan baru ditemukan kembali di California Selatan pada bulan Oktober.

Pendeta Elias Mena memegang tangan seorang pasien COVID-19 saat berdoa untuknya di Providence Holy Cross Medical Center di bagian Mission Hills di Los Angeles, 15 Januari 2021.
Pendeta Elias Mena memegang tangan seorang pasien COVID-19 saat berdoa untuknya di Providence Holy Cross Medical Center di bagian Mission Hills di Los Angeles, 15 Januari 2021.

Mereka menyatakan lonjakan kasus COVID-19 di California Selatan selama dua bulan belakangan ini bersamaan waktunya dengan kemunculan jenis baru yang oleh para peneliti dinamai CAL.20C.

Penelitian itu diajukan untuk penelaahan sejawat pekan lalu.

Cedars-Sinai menyatakan bahwa seperti varian yang pertama kali dideteksi di Inggris yang juga ditemukan di Amerika Serikat, varian baru ini “diyakini sangat mudah menular,” meskipun temuan-temuan dalam penelitian itu tidak mengindikasikan apakah varian tersebut lebih mematikan daripada bentuk virus corona lainnya.

Para peneliti menyatakan galur ini telah dideteksi di California Utara, New York dan Washington DC.

Kabupaten Los Angeles rata-rata mencatat lebih dari 13 ribu kasus baru per hari sepanjang pekan lalu. Dua bulan silam, kabupaten ini mencatat rata-rata 3.000 kasus per hari.

AS mengalami lonjakan jumlah kasus dan kematian akibat virus corona dalam periode tersebut, mencapai tingkat terburuk sejauh ini selama pandemi. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG