Tautan-tautan Akses

Pendiri WikiLeaks Assange Menentang Ekstradisi ke AS


Para aktivis pendukung pendiri WikiLeaks, Julian Assange melakukan protes menentang upaya ekstradisi Assange ke AS di luar pengadilan Inggris di London, Kamis (2/5).

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, mengatakan kepada pengadilan di London hari Kamis (2/5), ia akan menentang ekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan berkonspirasi meretas komputer Departemen Pertahanan Amerika.

Assange mengatakan kepada paraa hakim di Pengadilan Westminister melalui sambungan video dari penjara Inggris bahwa dia tidak ingin “menyerahkan diri untuk ekstradisi karena melakukan praktik jurnalisme yang telah memenangkan banyak penghargaan dan melindungi banyak orang.”

Penolakan resmi Assange untuk diekstradisi ini menandai dimulainya apa yang disebut sebagai pertarungan hukum yang sengit soal apakah ia akan diadili di Amerika atau tidak.

Hadir dengan mengenakan celana jeans dan jaket, Assange tampak tenang dalam sidang pengadilan di Westminster Magistrates di London. Sebagian pendukung yang tidak mendapat tempat duduk di ruang sidang yang kecil itu berteriak-teriak dari lorong-lorong di sekitar ruangan, “shame on you” kepada para hakim.

Hakim Michael Snow mengatakan tampaknya butuh “beberapa bulan” sebelum dilangsungkan sidang pengadilan tentang kasus ekstradisi ke Amerika.​

Amerika Serikat telah meminta agar Assange diekstradisi untuk diadili atas tuduhan konspirasi karena berkolaborasi dengan mantan analis intelijen Angkatan Darat AS Chelsea Manning dengan meretas komputer Pentagon pada Maret 2010.

Manning menjalani beberapa tahun hukuman penjara karena membocorkan dokumen rahasia ke WikiLeaks dan dipenjara lagi pada bulan Maret setelah menolak memberikan kesaksian di hadapan dewan juri yang menyelidiki organisasi tersebut.

Jika terbukti bersalah, Assange bisa dihukum hingga lima tahun penjara. Tetapi Assange khawatir AS dapat menuntutnya dengan kejahatan tambahan yang lebih serius. (lt)

Recommended

XS
SM
MD
LG