Tautan-tautan Akses

Pencarian Masih Berlangsung, Korban Tewas Bus Sriwijaya Bertambah Jadi 35


Kondisi bangkai bus Sriwijaya yang terjun ke sungai Lematang, di Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. (Foto: Basarnas Palembang).

Korban tewas kecelakaan bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang, yang jatuh ke jurang pada Senin (23/12), bertambah menjadi 35 orang. Pencarian terus dilakukan. Sementara itu Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki dan mengumpulkan data terkait kecelakaan tunggal tersebut.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap penumpang bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang yang terjun ke jurang sedalam 75 meter di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.15 WIB, Senin (23/12).

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Palembang, Benteng Telau mengatakan kepada VOA, korban meninggal dunia pada kecelakaan fatal itu hingga Kamis (26/12) pagi bertambah hingga mencapai 35 orang. Korban terdiri dari 16 laki-laki dan 19 orang perempuan.

"Korban yang sudah dievakuasi tim gabungan, 35 orang meninggal dunia dan 13 orang korban selamat. Sudah (teridentifikasi) dan telah diambil pihak keluarga," katanya.

Namun, Benteng belum bisa memastikan apakah korban meninggal dunia akan terus bertambah. Saat ini petugas SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan menambah radius operasi pencarian korban bus Sriwijaya tersebut. Sedangkan bangkai kendaraan bus Sriwijaya telah dievakuasi ke bibir sungai Lematang yang lebih dangkal.

"Masih belum bisa dipastikan. Namun sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang melaporkan anggota keluarganya hilang. Namun kami masih tetap akan melaksanakan penyisiran hari ini ke alur sungai Lematang," jelasnya.

Evakuasi korban kecelakaan bus Sriwijaya di Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. (Foto: Basarnas Palembang)
Evakuasi korban kecelakaan bus Sriwijaya di Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. (Foto: Basarnas Palembang)

Operasi pencarian yang telah memasuki hari ketiga akan dilakukan hingga pukul 18.00 WIB. Benteng menyebut kondisi cuaca cukup baik, dan cerah. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan rafting sejauh 6 kilometer ke arah timur mengikuti arus sungai Lematang. Tim SAR gabungan juga akan melakukan penyelaman kembali di sekitar bangkai bus Sriwijaya.

Sebelumnya, petugas SAR gabungan sempat kesulitan melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban bus Sriwijaya lantaran cuaca hujan dan arus sungai yang cukup deras dengan minimnya jarak pandang di lokasi.

"Mudah-mudahan operasi pencarian (hari ini) bisa terlaksana dengan baik. Seandainya tidak ada lagi laporan dari keluarga yang merasa anggota keluarganya hilang mungkin kami lanjutkan operasi SAR dengan pemantauan,” ujar Benteng.

Pemantau artinya operasi SAR akan dibuka kembali jika ada laporan warga yang merasa anggota keluarganya belum ditemukan atau hilang dalam musibah itu, tambahnya.

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dan pencarian korban bus Sriwijaya di sungai Lematang, Sumatera Selatan, Kamis 26 Desember 2019. (Foto: Basarnas Palembang)
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dan pencarian korban bus Sriwijaya di sungai Lematang, Sumatera Selatan, Kamis 26 Desember 2019. (Foto: Basarnas Palembang)

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data di lapangan terkait dengan kecelakaan bus Sriwijaya yang merenggut puluhan nyawa tersebut. KNKT dijadwalkan Kamis (26/12) akan bertemu dengan manajemen Perusahaan Otobus (PO) Sriwijaya Ekspress di Bengkulu.

"Hari ini tim juga ke Bengkulu untuk bertemu dengan manajemen dari bus Sriwijaya, dan Dinas Perhubungan. Lalu, melihat tempat pengujian bus pada saat diuji. Ada temuan apa-apa saja di tempat pengujian berkala (kir) itu nanti semua data dikumpulkan. Lalu akan kami analisa," jelas Soerjanto saat dihubungi VOA.

Pencarian Masih Berlangsung, Korban Tewas Bus Sriwijaya Bertambah Jadi 35
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:06 0:00

Soerjanto menjelaskan secara administrasi bus Sriwijaya tersebut laik jalan sampai Februari 2020. Namun, KNKT juga akan memeriksa bus maut itu secara teknis.

"Nanti kami periksa semua. Mungkin di penguji ada catatan khusus, itu yang akan kami pelajari. Mungkin (hasilnya) kurang lebih tiga bulan," ucapnya.

Kecelakaan itu diduga berawal dari bus Sriwijaya yang tak mampu melewati tanjakan tajam di Liku Lematang dan menyebabkan bus tersebut mundur kemudian menabrak beton pembatas jalan. Sementara pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan bus Sriwijaya yang mengakibatkan 35 orang tewas, dan 13 lainnya luka-luka. [aa/ft]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG