Tautan-tautan Akses

Pencarian Keadilan dalam Pembunuhan Jurnalis Berjalan Lamban 


Wartawan Amerika, James Foley (kanan), setelah dibebaskan oleh Pemerintah Libya di Tripoli, 18 Mei 2011 (Foto: Reuters/arsip). Pada November 2012, Foley diculik di utara Suriah dan kemudian tewas dipenggal oleh militan ISIS.

Enam tahun setelah militan ISIS di Suriah memenggal kepala putranya, jurnalis Amerika berusia 40 tahun, James Foley, pemerintah Amerika mendakwa dua orang Inggris di pengadilan federal bulan ini sehubungan dengan pembunuhan itu.

El Shafee Elsheikh dan Alexanda Kotey mengaku tidak bersalah, tidak terlibat dalam pembunuhan Foley dan para sandera Amerika, Eropa, dan Jepang lainnya termasuk jurnalis lepas Amerika, Steven Sotloff. Namun kedua orang itu sekarang menghadapi prospek persidangan dan akhirnya – seperti dikatakan oleh ibu Foley – “semacam keadilan.”

Hal itu sangat jarang terjadi dalam pembunuhan jurnalis di seluruh dunia. Menurut para ahli impunitas, dalam sembilan dari 10 kasus, mereka yang bertanggung jawab tidak dimintai pertanggungjawaban.

Serangkaian kasus terkenal baru-baru ini – termasuk kasus Foley – menunjukkan jalur potensial menuju kesuksesan. Pengadilan Amerika tahun lalu memerintahkan pemerintah Suriah untuk membayar $302,5 juta kepada keluarga koresponden perang terkenal, Marie Colvin, yang menyatakan bahwa rezim itu bertanggung jawab atas pembunuhannya di Homs pada 2012.

Kerabat Daphne Caruana Galizia menuntut ganti rugi terhadap lima orang yang dituduh terlibat dalam pembunuhannya pada 2017 di Malta.

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap 17 pejabat Saudi atas pembunuhan dan mutilasi terhadap kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2018, meskipun, secara khusus, tidak menjatuhkan sanksi terhadap kepada Putra Mahkota Mohammad bin Salman. Menurut CIA dan PBB, Salman terkait dengan pembunuhan itu.

Salman membantah telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Namun, bahkan kasus-kasus penting ini menekankan adanya hambatan besar menuju keadilan. Para ahli mengatakan penuntutan dan investigasi memperoleh manfaat dari tekanan publik serta keterlibatan dan advokasi yang efektif oleh keluarga dan kolega jurnalis. Tindakan pemerintah domestik dan internasional yang lebih kuat dapat menciptakan perbedaan, tetapi tantangannya tetap besar, baik dalam mengejar kelompok-kelompok militan maupun para aktor negara.

Sebagai pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyelidiki eksekusi di luar hukum dan sewenang-wenang, Agnes Callamard menyelidiki pembunuhan paling terkenal seorang jurnalis yang berbasis di AS dalam beberapa tahun terakhir dan menerbitkan laporan tentang kematian Khashoggi. Dia mencatat bahwa banyak jurnalis yang dibunuh karena laporan investigatif yang mengancam penguasa. [lt/pp]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG