Tautan-tautan Akses

AS

PEN America Puji Penyelesaian Gugatan Kebebasan Pers


Para wartawan mendengarkan konferensi pers Presiden Donald Trump sambil menerapkan jarak aman di Gedung Putih, Washington, 15 April 2020.

Jalur hukum untuk menantang presiden Amerika yang melakukan pembalasan terhadap wartawan kini sedikit lebih mulus setelah sekelompok pendukung Amandemen Pertama menyelesaikan gugatan dengan pemerintah Amerika.

Bulan lalu, PEN America, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang membela kebebasan berpendapat di Amerika dan seluruh dunia, mencapai penyelesaian dengan pemerintahan baru dalam gugatan yang diajukan terhadap mantan presiden Donald Trump.

Penyelesaian tersebut menguatkan putusan pengadilan yang lebih rendah pada 2020 yang menegaskan hak untuk menuntut seorang presiden karena diduga menggunakan kekuasaannya dengan membalas laporan yang dianggap tidak menguntungkan atau berpihak padanya.

Meskipun tidak mendapat keputusan tersendiri dari pengadilan, mereka yang terlibat dalam gugatan tersebut yakin penyelesaian tersebut adalah hasil positif yang memiliki dampak jangka panjang.

“Tentu saja, kami ingin mendapat keputusan pengadilan mengenai kasus ini,” kata Kristy Parker, penasehat hukum kelompok Protect Democracy dan pengacara utama gugatan tersebut.

“Tapi kami senang pengadilan mengakui pencabutan kredensial pers dan izin keamanan untuk membalas sebuah liputan adalah melanggar Amandemen Pertama” Konstitusi AS.

David A. Schulz, dari Klinik Kebebasan Informasi dan Akses Media Fakultas Hukum Universitas Yale, mengatakan "penyelesaian itu sendiri tidak banyak membantu," tetapi nilainya terletak pada pengakuan atas keputusan 2020.

"Penyelesaian itu bersifat persuasif dan akan tetap dicatat," kata Schulz, yang juga ikut serta dalam tim hukum gugatan tersebut.

Penyelesaian itu merupakan puncak dari proses pengadilan selama lebih dari dua tahun.

Pada 2018, PEN America mengajukan gugatan ke pengadilan distrik selatan New York. Dalam gugatan itu PEN America diwakili oleh lembaga nonpartisan, organisasi nirlaba Protect Democracy, Klinik Kebebasan Informasi & Akses Media Yale, dan firma hukum Davis Wright Tremaine.

Gugatan tersebut menyatakan bahwa Trump telah membalas liputan kritis wartawan yang melanggar Amandemen Pertama, bagian dari konstitusi yang melindungi kebebasan berpendapat dan pers. [my/em]

XS
SM
MD
LG