Tautan-tautan Akses

Pemimpin Sri Lanka Berjanji Tindak Tegas Pelaku Serangan Bom 2019


Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (tengah) menyampaikan pidato kenegaraan dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-73 Sri Lanka di Kolombo, 4 Februari 2021. (Foto: LAKRUWAN WANNIARACHCHI/AFP)

Presiden Sri Lanka, Kamis (4/2) berbicara setelah menerima laporan akhir dari komisi yang menyelidiki serangan bom pada Hari Paskah tahun 2019.

Presiden Gotabaya Rajapaksa berjanji tidak akan membiarkan siapapun yang bertanggung jawab atas serangan itu lolos dari hukum. Ia berbicara pada sebuah acara untuk memperingati Hari Kebebasan, yaitu hari kemerdekaan Sri Lanka.

Rajapaksa tidak mengungkapkan isi laporan itu, hanya mengatakan ia telah memberikan instruksi untuk melaksanakan rekomendasi tersebut.

Dua kelompok Muslim lokal yang telah menyatakan kesetiaan kepada ISIS disalahkan atas bom bunuh diri terpadu di enam lokasi pada tanggal 21 April 2019. Lebih dari 260 orang tewas akibat serangan itu.

Pertikaian politik yang mengakibatkan kegagalan komunikasi antara presiden dan perdana menteri ketika itu disebut sebagai penyebab munculnya celah keamanan meskipun ada peringatan yang hampir spesifik dari intelijen asing.

Mantan Presiden Maithripala Sirisena dan mantan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe dipanggil untuk menghadap komisi penyelidikan.

Serangan itu terjadi setelah perdamaian selama 10 tahun menyusul berakhirnya perang saudara yang berlangsung seperempat abad. Peristiwa itu membuat Rajapaksa kemudian memenangkan pemilihan presiden 2019, dengan mengusung platform keamanan nasional dan melindungi kepentingan umat Buddha Sinhala yang mayoritas di Sri Lanka.

Hari Kebebasan Sri Lanka ditandai oleh polarisasi agama dan ras. Para pemimpin agama, sipil dan politik Tamil turut serta dalam pawai protes yang memasuki hari kedua, Kamis (4/2). Mereka berpawai dari bagian timur ke bagian utara Sri Lanka, menuntut solusi bagi berbagai masalah yang dihadapi kaum minoritas. [lj/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG