Tautan-tautan Akses

Pemimpin Sayap Kanan Perancis Dituding Salah Gunakan Dana Uni Eropa


Pemimpin sayap kanan Perancis, Marine Le Pen (Foto: dok).

Pemimpin sayap kanan Perancis, Marine Le Pen, Jumat (30/6) dituduh menyalahgunakan dana Uni Eropa untuk membayar asisten parlementer yang berkantor di Prancis.

Le Pen telah lama membantah melakukan kesalahan dalam kasus tersebut dan mengatakan, tuduhan tersebut bermotif politik.

Dia muncul di hadapan hakim di Paris, Jumat (30/6) dan dituntut awal atas pelanggaran kepercayaan dan keterlibatan pelanggaran kepercayaan atas gaji dua orang pembantu di Parlemen sewaktu ia bertugas di Parlemen Eropa.

Pembantunya itu adalah kepala stafnya, Catherine Griset, dan pengawalnya, Thierry Legier. Masalahnya adalah, apakah Front Nasional Le Pen menggunakan uang dari Parlemen Eropa yang diperuntukkan bagi asisten parlementer guna membayar staf untuk pekerjaan partainya di Prancis.

Parlemen Eropa mengklaim telah ditipu hingga 5 juta Euro.

Le Pen, yang kalah dalam pemilihan presiden Perancis baru-baru ini, menolak menjawab pertanyaan mengenai masalah itu selama kampanye presiden, dengan mengatakan dia memiliki kekebalan sebagai anggota Parlemen Eropa. Namun, dia berjanji untuk bekerja sama dengan investigasi setelah pemilu usai.

Le Pen pertama kali terpilih menjadi anggota Parlemen Eropa pada tahun 2004. Dia menyerahkan tempat duduknya di sana awal bulan ini setelah memenangkan kursi di Majelis Nasional Perancis. [ps/al]

XS
SM
MD
LG