Tautan-tautan Akses

AS

Pemimpin Proud Boys Diperintahkan Menjauh dari DC 


Pemimpin kelompok sayap kanan, Proud Boys,Henry "Enrique" Tarrio, dalam kampanye di Portland, Oregon, 26 September 2020.

Pemimpin kelompok sayap kanan Proud Boys dibebaskan dari tahanan polisi pada Selasa (5/1/21), tetapi diperintahkan untuk meninggalkan Washington, D.C. dan menjauh.

Henry “Enrique” Tarrio ditangkap pada Senin (4/1), dua hari sebelum pendukung Presiden Donald Trump dijadwalkan untuk berdemonstrasi di ibu kota memprotes kekalahan Trump dari Presiden terpilih Joe Biden dalam pemilihan presiden November.

Departemen Kepolisian Metropolitan Washington, D.C. mengatakan mereka menangkap Tarrio atas tuduhan penghancuran properti. Dia membakar spanduk Black Lives Matter yang dirobohkan dari sebuah gereja Afrika-Amerika yang bersejarah dalam protes di Washington bulan lalu.

Hakim Pengadilan Tinggi District of Columbia Renee Raymond membebaskan Tarrio .atas kesepakatan pembebasan bersyarat pada Selasa (5/1). Namun hakim memerintahkan Tarrio untuk tinggal di luar ibu kota negara sampai sidang berikutnya pada Juni.

The Proud Boys diperkirakan akan berkumpul di gedung Kongres Amerika Capitol pada Rabu (6/1), ketika Kongres memberikan suara untuk mengesahkan kemenangan Biden. Itu adalah salah satu dari beberapa demonstrasi pro-Trump yang direncanakan di ibu kota Amerika.

Tarrio, 36, juga menghadapi dakwaan terkait senjata setelah polisi menemukan dua magasin senjata api berkapasitas tinggi ketika dia ditangkap.

Para pejabat kota memperingatkan pendukung Trump untuk tidak membawa senjata ketika melakukan protes. Pemerintah daerah di Washington melarang orang membawa senjata di tempat terbuka dan melarang orang membawa pistol tanpa izin setempat.

Pasukan Garda Nasional Distrik Columbia mengatakan 300 tentara akan mendukung pemerintah kota selama protes yang direncanakan pada Rabu (6/1).

Menjelang demonstrasi, Senator Josh Hawley (dari Partai Republik Missouri) mengatakan bahwa keluarganya menjadi sasaran “bajingan Antifa” yang membuat takut keluarganya di rumah mereka di Washington, D.C. Senin (4/1) malam. Hawley mengatakan dia akan menantang sertifikasi suara Electoral College yang memberi Biden kemenangannya.

Kelompok yang terlibat dalam protes di luar rumahnya, ShutDown DC, mengatakan para aktivis mengadakan “penjagaan” dan mengantarkan salinan Konstitusi Amerika ke pintunya. [lt/pp]

XS
SM
MD
LG