Tautan-tautan Akses

Pemimpin Oposisi Utama Turki Lanjutkan Aksi Demo

  • Dorian Jones

Kemal Kilicdaroglu, pemimpin oposisi utama Turki Partai Rakyat Republik, ikut berjalan bersama ribuan pendukungnya di hari ke-21 aksi demo 425 kilometer "March of Justice" di Izmit, Turki, 5 Juli 2017. (AP Photo).

Pemimpin partai oposisi utama di Turki terus melanjutkan aksi demonstrasi dengan berjalan kaki, yang kini berada sekitar 450 kilometer dari ibukota Ankara, memprotes apa yang dikatakannya sebagai “negara yang dengan sangat cepat berubah menjadi negara satu partai”.

Apa yang disebut sebagai “Justice March” itu dilangsungkan menjelang peringatan satu tahun kudeta yang gagal dan penumpasan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan. Demonstrasi ini menjadi titik perhatian utama yang sangat penting bagi kelompok oposisi.

Pada hari kedua puluh penyelenggaraan “Justice March” Kemal Kilicdaroglu masih tetap bersemangat. Ketua Partai Republik Rakyat Turki itu kerap dikritik karena menjadi pemimpin partai oposisi yang tidak efektif. Kini Kilicdaroglu mempersatukan oposisi terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan dan penumpasan pembangkang yang sudah berlangsung selama satu tahun.

Volkan Yorsunlu, salah seorang dari ribuan warga yang ikut berdemonstrasi, mengatakan aksi itu telah menjadi inspirasi bagi banyak warga Turki.

Yorsunlu mengatakan demonstrasi ini telah menimbulkan perubahan di Turki dan selama 20 hari ini, puluhan ribu orang datang dan berjalan kaki bersama, menyampaikan pesan tentang keadilan, dan mencerminkan peningkatan kesadaran dikalangan publik.Ditambahkannya, sesuatu yang positif akan muncul dari demonstrasi ini.

“Adalet” dalam bahasa Turki berarti “Keadilan”. Inilah pesan sederhana yang disampaikan para demonstran lewat spanduk, poster dan t-shirt. Para demonstran mengatakan mereka berupaya menjembatani perpecahan politik untuk menarik perhatian atas nasib dari ribuan orang yang dipenjara dan kehilangan pekerjaan akibat penumpasan yang dilakukan Erdogan.

Zeynep Altiok, wakil ketua Partai Republik Rakyat, mengatakan melihat skala dan lingkup dari penumpasan oleh Erdogan, seruan keadilan yang disampaikan memiliki daya tarik untuk seluruh rakyat Turki.

“Ada wakil-wakil rakyat dan banyak wartawan yang ditangkap. Juga para akademisi. Sistem pendidikan hancur. Sistem peradilan juga mengalami tekanan sangat besar. Jadi ini semuadari tingkat masyarakat yang berbeda-beda – orang merasakan hal ini sekarang, orang memerlukan keadilan, setiap orang mencari keadilan.”

Banyak pengemudi kendaraan yang lewat barisan demonstran membunyikan klakson mereka. Seorang demonstran perempuan mengatakan ia terharu dengan dukungan besar untuk demonstrasi itu.

Perempuan itu mengatakan orang-orang melambaikan tangan dan menciumi mereka, mendoakan mereka mencapai hasil terbaik. Ditambahkannya “mereka memeluk kami dengan penuh cinta, air mata menggenangi pelupuk mata mereka. Mereka mengatakan semoga Tuhan membantumu.” Perempuan itu juga mengatakan meskipun ada reaksi negatif, kebanyakan orang menanggapi dengan positif demonstrasi itu.

Sejauh ini, Erdogan masih punya dukungan cukup kuat di Turki.

Perpecahan politik di Turki diperkirakan akan semakin tajam ketika semakin banyak orang ikut bergabung dalam demonstrasi itu. Killicdaroglu mengatakan mereka yang menentang demonstrasi itu telah berupaya memanfaatkan ketegangan itu tetapi dia berupaya keras agar para demonstran tetap melakukan perlawanan dengan cara-cara damai.

Barisan demonstran ini diperkirakan akan tiba di Istanbul hari Minggu (9/7). [em/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG