Tautan-tautan Akses

Pemimpin Oposisi Kamboja Hadapi Gugatan Pencemaran Nama Baik


Pemimpin oposisi Kamboja di pengasingan, Sam Rainsy (Foto: dok).

Sam Rainsy menanggapi gugatan Hun Sen dengan mengeluarkan sebuah pernyataan di Twitter yang menyebutkan, ia menyambut gugatan Hun Sen karena itu membuka peluang diskusi yang lebih terbuka mengenai tindakan memalukan yang dilancarkan Hun Sen.

Pemimpin oposisi Kamboja di pengasingan menghadapi dua gugatan hukum pencemaran nama baik. Gugatan itu bersumber dari sebuah posting di Facebook yang menuduh PM Hun Sen menawarkan uang sebesar 1 juta dolar kepada seorang pakar politik muda untuk menyerang pihak oposisi.

Hun Sen, dalam gugatan yang disampaikan Rabu mengatakan, posting pemimpin oposisi Sam Rainsy itu tidak benar dan ia meminta kompensasi sebesar 1 juta dolar. Pakar politik yang disebut dalam posting itu, Thy Sovantha, juga membantah tuduhan itu dan mengajukan gugatan pencemaran nama baik terpisah, Selasa (17/1). Thy menuntut kompensasi 250 ribu dolar.

Sam Rainsy menanggapi gugatan Hun Sen dengan mengeluarkan sebuah pernyataan di Twitter yang menyebutkan, ia menyambut gugatan Hun Sen karena itu membuka peluang diskusi yang lebih terbuka mengenai tindakan memalukan yang dilancarkan Hun Sen.

Kedua gugatan hukum ini merupakan masalah hukum terkini bagi Sam Rainsy, Ketua Partai Penyelamatan Nasional Kamboja. Kasus-kasus hukum terhadap dirinya dan sejumlah anggota lain partainya umumnya dipandang sebagai bagian dari strategi perdana menteri itu untuk melemahkan saingan-saingannya menjelang pilkada bulan Juni tahun ini dan pemilu tahun 2018.

Sam Rainsy berada di pengasingan sejak November 2015 untuk menghindari hukuman penjara terkait kasus pencemaran nama baik. Pada 2016, pemerintah Kamboja melarang dirinya kembali memasuki Kamboja, sehingga mempersulit usahanya untuk melawan gugatan hukum sekalipun ia memilih untuk pulang.

Sam Rainsy dan partainya dianggap pesaing kuat yang bisa mengguncang cengkeraman kekuasaan Hun Sen. [ab/as]

XS
SM
MD
LG