Tautan-tautan Akses

Pemimpin Inggris Minta Uni Eropa Perpanjang Brexit Hingga 30 Juni


Perdana Menteri Inggris Theresa May di parlemen Inggris, London, 27 Maret 2019. (Foto: dok).

Perdana Menteri Inggris Theresa May, Jumat (5/4) meminta perpanjangan Brexit lebih jauh dari Uni Eropa hingga 30 Juni, untuk memberi kelonggaran bagi negara itu yang sekarang ini dijadwalkan untuk meninggalkan blok tersebut dalam waktu satu pekan ini.

Dalam sepucuk surat kepada Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, May mengatakan bahwa “Inggris mengusulkan agar periode ini berakhir pada 30 Juni 2019” dan setuju membuat rencana kontingensi untuk ambil bagian dalam pemilihan Parlemen Eropa pada akhir Mei.

Tusk pada hari Jumat mengusulkan kerangka waktu yang lebih lama. Ia mendesak 27 negara Uni Eropa lainnya untuk menawari Inggris suatu perpanjangan yang fleksibel hingga satu tahun, untuk memastikan negara itu tidak keluar dari blok tersebut dengan cara yang kacau dan mahal.

Dua pejabat Uni Eropa, yang minta tidak disebutkan nama mereka karena tidak berwenang mengungkapkan informasi itu sebelum disampaikan secara terbuka, mengatakan, Tusk menginginkan perpanjangan satu tahun yang fleksibel dan persetujuan terhadap rencana itu pada KTT Uni Eropa Rabu mendatang.

Langkah semacam itu akan membuat Inggris perlu ambil bagian dalam pemilihan parlemen Eropa pada 23-26 Mei, sesuatu yang telah lama ditentang perdana menteri Inggris.

Setiap perpanjangan tenggat akan memerlukan persetujuan dengan suara bulat dari 27 negara anggota Uni Eropa lainnya. Presiden Perancis Emmanuel Macron sejauh ini tampak bersikap hati-hati dalam memberikan waktu lagi untuk Inggris. Ia mengatakan Uni Eropa tidak dapat disandera oleh kebuntuan politik Inggris terkait Brexit.

Manuver pelik ini muncul sementara parlemen Inggris mempertimbangkan legislasi yang dirancang untuk mencegah keluarnya negara itu dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Brexit sekarang ini dijadwalkan berlangsung pada 12 April.

Ada pula kekhawatiran bahwa Brexit yang mendadak dapat menyebabkan pelambanan ekonomi serta terganggunya pasokan makanan dan medis karena penambahan pos-pos perbatasan dan tarif dalam semalam.

Majelis Tinggi di parlemen Inggris dijadwalkan memulai kembali perdebatan mengenai legislasi tersebut pada hari Senin. Legislasi itu telah disahkan sebelumnya oleh majelis rendah hanya dengan selisih satu suara mendukung. [uh]

XS
SM
MD
LG