Tautan-tautan Akses

Pemimpin Hezbollah Klaim Miliki 100.000 Pejuang


Para pejuang kelompok Hezbollah tampak berjalan melewati tentara Lebanon di area bentrokan yang terjadi di kota Beirut pada 14 Oktober 2021. Bentrokan tersebut telah menewaskan tujuh orang. (Foto: AFP/Anwar Amro)

Untuk pertama kalinya pemimpin kelompok Hezbollah di Lebanon pada Senin (18/10) mengakui bahwa kelompok militan berpengaruh itu memiliki 100.000 pejuang terlatih.

Hassan Nasrallah mengungkapkan jumlah personil sayap militan kelompok Syiah itu dalam pidato pertamanya sejak tujuh orang tewas dalam baku tembak di jalan-jalan ibu kota Beirut Kamis (14/10) lalu.

Konfrontasi itu terjadi karena ketidakpuasan terhadap penyelidikan yang sudah berlangsung sejak lama atas ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut yang terjadi pada tahun lalu yang menewaskan lebih dari 215 orang.

Untuk memverifikasi jumlah personil kelompok militan yang cukup tertutup merupakan hal yang sulit. Namun jika angka yang disebut oleh Nasrallah itu benar, maka jumlah tersebut lebih besar dibanding angkatan bersenjata Lebanon yang diperkirakan berjumlah 85.000 orang.

Hezbollah dan sekutu-sekutunya telah mengkritisi hakim yang memimpin jalannya penyelidikan, dan meminta agar ia segera dicopot.

Bentrokan selama berjam-jam pada Kamis lalu itu melibatkan senjata otomatis dan granat berpeluncur roket di jalan-jalan di kota Beirut.

Bentrokan ini merupakan konfrontasi paling parah yang terjadi di kota itu dalam beberapa tahun belakangan. Insiden pada Kamis itu menyerupai perang saudara tahun 1975-1990 yang terjadi di Lebanon.

Tentara Lebanon berdiri di dekat jalanan yang dipenuhi pecahan kaca di kota Beirut. Bentrokan yang terjadi di kota itu pada 14 Oktober 2021 menewaskan tujuh orang. (Foto: AFP)
Tentara Lebanon berdiri di dekat jalanan yang dipenuhi pecahan kaca di kota Beirut. Bentrokan yang terjadi di kota itu pada 14 Oktober 2021 menewaskan tujuh orang. (Foto: AFP)

Dalam pidatonya, Nasrallah juga menuding ketua Partai Kristen yang beraliran kanan, berusaha menyulut perang saudara di negara kecil itu.

Nasrallah menuding Sair Geagea, pemimpin pasukan Lebanon, “merancang” bentrokan pada minggu lalu itu di Tayuneh Beirut, dan menggambarkan mereka sebagai “penjahat dan pembunuh.”

“Program nyata yang akan dilakukan Pasukan Lebanon adalah (memulai) perang saudara,” tambahnya, “dan ancaman terbesar bagi perdamaian sosial di Lebanon adalah Pasukan Lebanon” sendiri.

Berbicara pada Geagea, Nasrallah mengatakan “saya ingin memberitahu bahwa Anda salah perhitungan. Sama seperti salah perhitungan yang terjadi di semua perang Anda, di mana Anda kalah.”

Hingga saat ini, Geagea belum memberikan tanggapan apapun. (em/jm)

XS
SM
MD
LG