Tautan-tautan Akses

Pemimpin Dunia Kirim Dukungan Setelah Trump Didiagnosis Positif COVID


Harian "Evening Standard" di London, Inggris, menampilkan berita tentang Presiden AS Donald Trump positif Covid-19 di halaman depannya, Jumat, 2 Oktober 2020.(AP Photo/Alberto Pezzali)

Para pemimpin dan orang-orang terkemuka dari seluruh dunia hari Jumat mengirim ucapan cepat sembuh kepada Presiden AS Donald Trump dan keluarganya setelah ia mengumumkan bahwa ia dan Ibu Negara Melania Trump telah terkonfirmasi positif virus corona. Presiden mengungkapkan diagnosisnya itu melalui cuitan di Twitter pada Jumat dini hari.

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mencuitkan harapannya agar Trump dan istrinya “sembuh total dan dengan segera.”

WHO menyatakan virus itu sebagai pandemi global pada bulan Maret. Sejak itu, lebih dari 34 juta orang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona di seluruh dunia, sebut data WHO. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1 juta orang meninggal dunia. AS mencatat data terbanyak di dunia, dengan lebih dari 7,1 juta kasus terkonfirmasi dan lebih dari 205 ribu kematian.

PM India yang juga sekutu dekat Trump Narendra Modi termasuk kepala negara pertama yang mengirim pesan dukungan. India, negara berpenduduk lebih dari 1,3 miliar orang, tercatat sebagai negara paling terpukul ke-dua di dunia akibat virus corona, dengan sedikit di bawah 6,4 juta kasus terkonfirmasi dan lebih dari 99 ribu kematian.

Dalam pesan yang diposting di laman resmi situs internetnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mendoakan Trump dengan mengatakan, “Saya yakin bahwa vitalitas Anda, semangat yang baik dan optimisme akan membantu Anda mengatasi virus berbahaya ini.” Rusia melaporkan sedikit di bawah 1,2 juta kasus terkonfirmasi, dan sedikit di bawah 21 ribu kematian.

Dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengeluarkan pernyataan melalui seorang juru bicara hari Jumat, yang mengatakan, “Saya harapkan yang terbaik untuk Donald dan Melania Trump. Saya berharap mereka akan sembuh sepenuhnya dari infeksi virus corona mereka dan akan segera pulih sepenuhnya.” Jerman melaporkan lebih dari 291 ribu kasus dan sedikitnya 9.500 kematian.

PM Inggris Boris Johnson, yang tertular virus itu akhir Maret lalu, pada puncak pandemi di negaranya, juga menyampaikan pesan dukungan. Pada awal April, Johnson dilarikan ke sebuah rumah sakit di London dan dimasukkan ke unit perawatan intensif. Inggris melaporkan 453 ribu kasus dan lebih dari 42 ribu kematian, sebut WHO. Negara itu sekarang ini sedang mengalami gelombang kedua wabah.


PM Israel Benjamin Netanyahu, yang bertemu Trump di Washington pada pertengahan September lalu untuk menandatangani perjanjian damai Abraham Accords, bersama-sama dengan pemimpin Bahrain dan Uni Emirat Arab, juga mengirimkan ucapan cepat sembuh untuk Trump. Israel telah melaporkan lebih dari 238 ribu kasus dan sedikit di atas 1.500 kematian.

Dan presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyampaikan pesan cepat sembuh kepada Trump dari akun resmi kepresidenannya. Afghanistan telah mencatat lebih dari 39 ribu kasus dan lebih dari 1.400 kematian akibat virus corona.

Para pemimpin lain belum mengeluarkan pernyataan. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, tidak mengeluarkan reaksi terbuka, sebut satu kelompok yang memantau dengan cermat pernyataan-pernyataannya di media yang dikontrol pemerintah. Para pejabat kesehatan global tidak memiliki data mengenai virus corona di Korea Utara, dan pemerintah belum melaporkan satu pun kasus virus yang sangat menular itu, yang bermula di negara tetangganya, China.

Presiden China Xi Jinping juga tidak segera bereaksi terhadap berita itu di platform publik apapun. Virus itu pertama kali muncul di kota Wuhan, China, pada Desember lalu. Para pejabat melaporkan lebih dari 91 ribu kasus dan 4.700 kematian sebelum wabah virus itu tampak mereda pada bulan April.

Tetapi harian berbahasa China Global Times mengeluarkan pernyataan kritis yang menyatakan, “ini mungkin akan berdampak negatif dalam upayanya terpilih kembali.” [uh/ab]

XS
SM
MD
LG