Tautan-tautan Akses

Pemimpin Catalan Terus Ditekan untuk Batalkan Kemerdekaan


Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, berbicara di Barcelona, Spanyol, 4 Oktober 2017. Pada 9 Oktober 2017, Puigdemont meminta para pemimpin Catalan untuk mencabut dukungan terhadap referendum kemerdekaan.

Menjelang pidato presiden regional Catalonia, para pemimpin wilayah tersebut menghadapi tekanan domestik dan internasional yang kian meningkat agar membatalkan rencana untuk menyatakan kemerdekaan dari Spanyol.

Pemimpin Regional Catalonia, Carles Puigdemont, akan berpidato di depan parlemen regional Selasa (10/10). Spanyol khawatir parlemen akan memutuskan untuk menyatakan kemerdekaan secara sepihak. Puigdemont belum mengungkapkan pesan apa yang akan disampaikannya kepada parlemen.

Para pemimpin politik dari dalam maupun luar negeri, Senin (9/10) mendesak para pemimpin Catalonia agar membatalkan rencana mereka untuk meredakan ketegangan di negara itu.

Wali Kota Barcelona, Ada Colau, adalah tokoh yang terakhir berbicara menentang Deklarasi Kemerdekaan, dengan mengatakan, hal itu akan membahayakan “kohesi sosial”. Colau menyerukan, agar semua pihak meredakan ketegangan dalam upaya menyelesaikan krisis kelembagaan paling parah sejak demokrasi ditegakkan kembali di Spanyol.

Pemimpin Partai Oposisi Utama Spanyol, Pedro Sanchez, juga menyerukan agar para pemimpin Catalonia membatalkan rencana menyatakan kemerdekaan. Ia mengatakan, “tidak ada tempat di negara yang diatur undang-undang bagi pernyataan kemerdekaan sepihak.”

Juru Bicara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Merkel menegaskan lagi dukungan bagi persatuan Spanyol, tetapi juga menganjurkan dialog.

Para pemimpin Catalonia mengatakan 90 persen yang memberikan suara mendukung pemisahan diri dari Spanyol. Namun para penentang mengatakan referendum tidak menunjukkan keinginan sebenarnya wilayah itu karena orang-orang yang ingin tetap bersatu dengan Spanyol memboikotnya. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG