Tautan-tautan Akses

AS

Pemilih AS Termotivasi Ikut Pemilihan Paruh Waktu


Presiden Trump mengacungkan ibu jari untuk para pendukungnya, setibanya di WesBanco Arena untuk kampanye "Make America Great Agan" di Wheeling, West Virginia, 29 September 2018.

Lima minggu lagi, para pemilih Amerika akan menuju ke tempat-tempat pemungutan suara untuk memilih anggota Kongres yang baru dan hasilnya akan berdampak besar pada kepresidenan Donald Trump selama dua tahun berikutnya.

Upaya penggalangan suara kini semakin intens untuk pemilihan 6 November mendatang, terutama di kalangan oposisi Partai Demokrat yang berusaha memenangkan kembali mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, pertarungan sektarian mengenai calon hakim agung, Brett Kavanaugh, tampaknya memobilisasi para pemilih di kedua partai politik.

Presiden Donald Trump yang sedang berkampanye di negara bagian West Virginia meminta dukungan untuk calon hakim agung yang dipertentangkan, Brett Kavanaugh.

“Saya tidak ikut berkampanye untuk dipilih, tetapi saya benar-benar berkampanye dan itulah sebabnya saya pergi ke mana-mana dan berjuang untuk para kandidat yang hebat. Kalian melihat apa yang sedang terjadi. Anda melihat kelompok radikal Partai Demokrat yang mengerikan, mengerikan, dan Anda melihatnya terjadi sekarang,” kata Trump.

Pertentangan untuk konfirmasi hakim agung itu semakin intensif setelah kesaksian yang mmenarik perhatian minggu lalu oleh penuduh Kavanaugh, Christine Blasey Ford, dan bantahan keras Brett Kavanagh yang selama ini menjadi hakim pengadilan banding.

Dalam kesaksian itu, Christine Blasey Ford, menuduh Brett Kavanaugh melakukan tindakan tidak senonoh pada suatu kesempatan ketika mereka masih menjadi siswa SMA. “Serangan Brett pada saya secara drastis mengubah hidup saya. Untuk waktu yang sangat lama, saya terlalu takut dan malu untuk memberi tahu siapa pun tentang detailnya. “

Sementara itu, Brett Kavanaugh menyampaikan bantahannya. “Proses konfirmasi ini telah menjadi aib nasional. Anda telah mengganti nasihat dan ijab dengan penyelidikan dan penghancuran.”

Di tengah-tengah kehebohan mengenai Kavanaugh, Presiden Trump menyampaikan desakan keras di seluruh negeri untuk membantu para calon dari Partai Republik mempertahankan mayoritas tipis mereka di Senat.

“Berjanjilah padaku. Kalian harus memilih dalam pemilihan paruh waktu nanti. Jangan berpuas diri. Kalian harus menyempatkan diri untuk pemilihan paruh waktu ini. Kalian harus memilih.”

Namun Partai Demokrat juga mengerahkan para bintangnya, dan bertekad untuk meningkatkan jumlah pemilih. Bintang juru kampanye Partai Demokrat termasuk pendahulu Trump, Barack Obama. “Mereka akan berkata, ‘Yah, saya akan menunggu sampai pemilihan presiden.’ Pemilihan ini sebenarnya lebih penting. Pemilihan ini sebenarnya lebih penting dari pemilihan mana pun yang telah kita saksikan dalam waktu yang lama.”

Presiden Trump akan menjadi tokoh sentral dalam pemilihan bulan depan, dan kemungkinan memotivasi kedua pihak, kata John Fortier dari Bipartisan Policy Center, yakni lembaga studi kebijakan di Washington, D.C., yang menggalakkan kerjasama kedua partai.

"Dia telah berkampanye mendukung oorang-rang dan boleh dikatakan dia bekerja yang oleh banyak orang tidak akan dilakukannya ketika dia terpilih, termasuk bekerja di dalam Partai Republik untuk berkampanye bagi para kandidat. Jadi, dia benar-benar menceburkan diri, apapun hasilnya, dan dia pasti akan membantu beberapa kandidat di tempat-tempat yang dikuasai oleh Partai Republik, tetapi dia juga membuat orang tidak peduli di tempat-tempat lainnya,” imbuh John Fortier.

Massa Partai Demokrat telah muncul dalam jumlah besar dalam pemilihan khusus dan pemilihan pendahuluan, tanda positif untuk pemilihan bulan November nanti, kata Jim Kessler, dari Third Way, lembaga yang mengupayakan kerja sama dan kompromi antara Partai Republik dan Partai Demokrat.

“Saya perkirakan Partai Demokrat akan mengambil alih DPR. Saya sekarang bahkan berpikir bahwa mereka mungkin akan mengambil alih Senat, meskipun peta itu sangat sulit. Semangat di kalangan pemilih Demokrat sangat, sangat tinggi,” jelas Jim Kessler.

Jim Kessler mengatakan bahwa pemilih Partai Republik juga akan bersemangat, tetapi pemilih Partai Demokrat benar-benar akan lebih bersemangat dengan berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat pemungutan suara.

Presiden Trump menutup kampanyenya di West Virginia dengan slogan andalannya, “Dan kita akan membuat Amerika hebat lagi! Terima kasih West Virginia!”

President Trump diperkirakan akan tetap sibuk berkampanye sampai hari pemilihan, dengan harapan untuk menyurutkan gelombang Partai Demokrat yang dapat sangat membatasi kiprahnya sebagai kepresiden. [lt]

XS
SM
MD
LG