Tautan-tautan Akses

AS

Pemerintahan Biden Didesak untuk Atasi Situasi Migran di Perbatasan


Petugas imigrasi AS mengawal migran anak-anak pencari suaka di La Joya, Texas, 19 Maret 2021 (foto: dok).

Dengan melonjaknya jumlah migran yang tiba di perbatasan selatan Amerika, pemerintahan Biden didesak untuk segera menciptakan kebijakan dan prosedur guna mengatasi situasi tersebut, khususnya ketika berurusan dengan anak-anak.

“Pesannya cukup jelas, jangan datang. Perbatasan ditutup. Perbatasan aman.”

Itulah pesan tegas yang disampaikan Menteri Urusan Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas seiring dengan melonjaknya jumlah migran yang tiba di perbatasan selatan Amerika, yang menurut pemerintahan Biden mencapai laju tertinggi dalam 20 tahun. Dengan merujuk pada pandemi virus corona, pemerintah mengatakan kini bukan saat yang tepat bagi orang-orang untuk melakukan perjalanan. Mayoritas imigran yang tiba di perbatasan adalah orang dewasa lajang, dan mereka telah diusir. Demikian pula keluarga.

Anak-anak yang bepergian dan tiba sendirian, tidak diusir. Sejumlah laporan mengatakan ribuan anak-anak yang tiba tanpa orang tua mereka itu kini berada di tahanan di perbatasan.

Pemerintahan Biden berupaya keras menemukan perumahan yang tepat bagi mereka dan mengatakan mereka telah membangun sistem untuk memproses para migran. Sistem ini sebelumnya telah dicabut oleh pemerintahan Trump.

Kembali Alejandro Mayorkas, “Kami membangun sistem ini sembari mengatasi kebutuhan anak-anak rentan yang tiba di perbatasan.”

Sebagian anggota faksi Republik mengatakan Biden lah yang telah menciptakan situasi di perbatasan sekarang ini lewat beragam pesan dan mengakhiri apa yang oleh Trump disebut sebagai kebijakan “tetap berada di Meksiko,” yang mensyaratkan para pencari suaka untuk menunggu proses pengadilan mereka di sana. Mereka mengatakan kebijakan Trump itu menyurutkan orang-orang di Honduras, Guatemala, dan negara-negara lain untuk melakukan perjalanan.

Anggota faksi Republik dari negara bagian Texas, Michael McCaul mengatakan, “Ini akan memburuk. Hal ini akan jauh memburuk pada musim semi nanti, pada musim panas, di mana bakal ada lebih banyak yang datang. Pesannya adalah hei ada presiden baru, ayo datang, kami membuka diri pada pedagang manusia. Saya memperkirakan jutaan orang akan berupaya masuk ke negara ini pada musim panas nanti.”

Anak-anak sedianya hanya boleh berada di dalam tahanan selama 72 jam sebelum dipindahkan ke tempat penampungan yang dirancang sebagai tempat tinggal bagi anak-anak di bawah umur. Pemerintah Biden membuka tiga fasilitas penampungan baru pekan lalu, tetapi menolak memberi kerangka waktu untuk membangun lebih banyak fasilitas untuk mengatasi lonjakan itu. [em/lt]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG