Tautan-tautan Akses

Pemerintah India Bertekad Kejar Pelaku Serangan Bom Mumbai


Polisi berjaga-jaga di sepanjang barikade yang dipasang di salah satu tempat terjadinya serangan bom di dekat Gedung Opera di Mumbai (Kamis, 14/7).
Polisi berjaga-jaga di sepanjang barikade yang dipasang di salah satu tempat terjadinya serangan bom di dekat Gedung Opera di Mumbai (Kamis, 14/7).

Di tengah kemarahan dan kedukaan rakyat atas serangan teror di pusat keuangan India, Mumbai, para petinggi India bertolak ke kota itu dan menjanjikan jawaban.

Dua pemimpin politik India paling berpengaruh tiba di Mumbai hari Kamis, selagi media massa di negeri itu menyoroti kemarahan dan kekecewaan atas apa yang disebut kebanyakan orang sebagai kegagalan terus menerus pemerintah selama bertahun-tahun untuk melindungi kota itu.

Perdana Menteri Manmohan Singh dan Ketua Partai Kongres yang berkuasa, Sonia Gandhi, berencana mengunjungi para korban di rumah sakit dan meninjau peningkatan keamanan. Singh mengatakan paham dengan kekagetan dan kemarahan yang dirasakan warga kota itu, dan bertekad mengejar mereka yang merencanakan serangan “yang tidak mengenal belas kasihan itu”.

Petinggi keamanan nasional India, Menteri Dalam Negeri P. Chidambaram, juga berada di Mumbai. Ia mengatakan pemerintah tidak mendapat informasi intelijen bahwa serangan itu akan terjadi. Ia mengatakan ledakan itu disebabkan oleh bom rakitan seberat hampir satu kilogram.

“Nampaknya amonium nitrat digunakan dengan alat pengatur waktu,” ujarnya.

Chidambaram tidak memberi petunjuk hari Kamis mengenai siapa yang mungkin bertanggung jawab atas serangan itu, dan mengatakan tidak akan melakukan tudingan sampai polisi melaksanakan penyelidikan seksama. Ia membuat pernyataan yang lebih umum, menuding unsur-unsur “yang bermusuhan dengan India”.

Ia mengatakan, “Sasarannya adalah persatuan dan kemakmuran India. Ada unsur-unsur yang bermusuhan dengan India dan tidak ingin India berkembang dan makmur … dan unsur-unsur inilah yang ada di balik ledakan-ledakan bom yang telah terjadi dalam 10 tahun belakangan.”

Mumbai telah menjadi sasaran serangkaian serangan bom oleh teroris dalam dua dasawarsa terakhir. Ledakan minggu ini nampaknya merupakan serangan teroris pertama di kota itu sejak tahun 2009, ketika kawanan bersenjata menewaskan 166 orang di 10 hotel dan tempat-tempat lain.

LK Advani, ketua Partai Bharatiya Janata yang beroposisi, menuding pemerintah gagal mengamankan Mumbai.

Ia mengatakan, “Serangan berulang kali terhadap Mumbai harus dipandang sebagai kegagalan kebijakan pemerintah.”

Anggota senior Partai Kongres, Rahul Gandhi, membela pemerintah, mengatakan tidak mungkin melakukan pengamanan ketat secara menyeluruh.

“Sangat sulit menghentikan semua serangan teroris. Kami bisa menghentikan 99 persen serangan, tetapi yang satu persen mungkin lolos,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri India SM Khrisna menegaskan bahwa kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton ke ibukota India, New Delhi, akan tetap dilakukan sesuai jadwal. Terorisme diperkirakan akan menjadi agenda pembicaraan utama selagi kedua negara itu mengadakan dialog bilateral.

XS
SM
MD
LG