Tautan-tautan Akses

Pemerintah dan Pemberontak Suriah Capai Persetujuan


Seorang pejuang pemberontak berdiri dengan membawa senjatanya di dekat penduduk yang dievakuasi dari desa Syiah al-Foua dan Kefraya saat menaiki bus mereka di wilayah al-Rashideen, Suriah, yang mereka kuasai, 20 Desember 2016 (Foto: dok).

Pemerintah Suriah dan pemberontak yang menentang Presiden Bashar al-Assad telah mencapai persetujuan untuk mengungsikan kaum sipil dari kota-kota yang dikepung oleh laskar atau tentara dari kedua pihak.

Selama beberapa tahun, pemberontak telah mengepung desa al-Foua dan Kefraya, bagian barat laut Suriah, sementara pasukan pemerintah mengepung Zabadani dan Madaya dekat Damaskus.

Pemantau hak asasi Suriah, yang telah memantau konflik yang sudah berlangsung enam tahun di Suriah itu, mengatakan evakuasi akan dimulai tanggal 4 April. Persetujuan itu juga memberlakukan gencatan senjata di kota-kota tersebut. Pemantau mengatakan daerah-daerah itu tenang hari Rabu.

Keempat kota itu telah termasuk dalam persetujuan sebelumnya untuk memungkinkan orang mengungsi dan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan. PBB dan organisasi-organisasi bantuan telah berkali-kali mengeluh atas kurangnya akses ke kota-kota itu walaupun sudah tercapai persetujuan.

PBB juga telah berkali-kali meminta kepada semua pihak di Suriah agar menghentikan penggunaan pengepungan sebagai siasat dalam pertempuran mereka.

Konflik Suriah mulai bulan Maret tahun 2011 sebagai protes damai menentang Assad sebelum terjerumus ke dalam perang saudara yang sekarang melibatkan pasukan-pasukan pro-pemerintah, berbagai kelompok pemberontak, laskar ISIS, serangan udara oleh Rusia dan koalisi yang dipimpin Amerika, dan pasukan Turki yang beroperasi di Suriah utara.

PBB mengatakan 13,5 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan dan sekitar 5 juta orang telah mengungsi dari negara itu. [gp]

XS
SM
MD
LG