Tautan-tautan Akses

Pemeriksaan Terkait Narkoba di Australia


Polisi Australia menunjukkan narkoba hasil sitaan di Sydney (foto: ilustrasi).

Seorang koroner di New South Wales, Australia, menginvestigasi kasus kematian terkait penyalahgunaan narkoba pada enam pemuda di sebuah festival musik. Koroner sedang berupaya mencari cara untuk mencegah berulangnya tragedi serupa di masa datang. Salah satunya adalah dengan memungkinkan keluarga korban untuk meminta pemerintah mengizinkan dilakukan "tes pil".

Pemeriksaan resmi di Sydney dilakukan setelah terjadi serangkaian kasus kematian di beberapa festival musik di New South Wales, negara bagian dengan populasi terpadat di Australia.

Koroner mendengar bahwa salah satu korban, Alex Ross-King berusia 19 tahun, mengkonsumsi obat-obatan sintetis terlarang, umum dikenal sebagai ekstasi, dalam dosis yang sangat tinggi, sebelum sampai di lokasi acara di Sydney karena ia khawatir akan tertangkap polisi saat sedang membawa obat terlarang dimaksud. Wanita muda tersebut mengalami demam hingga 41 derajat selsius serta mengalami detak jantung cepat dan tidak teratur. Dia kemudian meninggal akibat serangan jantung.

Di bulan Desember, Joshua Tam berusia 22 tahun meninggal dunia akibat mengkonsumsi obat-obatan terlarang di Festival Musik Lost Paradise, sebelah utara Sydney.

Ibunya, Julie Tam, meyakini bahwa jika tes pil dilakukan di tempat acara, anaknya mungkin masih bisa diselamatkan.

“Ini lebih tentang intervensi yang terjadi ketika tes pil berlangsung. Ini adalah mengenai intervensi kepada tenaga medis yang mungkin masih berkomunikasi dengan putra saya ketika tes itu dilakukan. Ini benar-benar tentang berkomunikasi di detik-detik akhir, di mana kami sebagai orang tua tidak dapat melakukannya karena tidak berada di sana.”

Pemerintah New South Wales telah berulang kali menekankan bahwa tes obat-obatan terlarang di berbagai festival musik justru hanya akan mendorong konsumsi bahan-bahan tersebut, sementara banyak dokter meyakini bahwa pemeriksaan sederhana atas bahan yang dikandung obat-obatan tersebut, justru dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Tes pil ini didukung oleh Ikatan Dokter Australia.

Pemeriksaan resmi koroner memfokuskan pada pemakaian obat-obatan sintetis. Ketika bahan tersebut mengalir di dalam darah pemakainya, berbagai bahan kimia terlepas menyebabkan sejumlah reaksi seperti rasa percaya diri dan euforia, dan dapat pula menyebabkan dehidrasi serta demam tinggi. Mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah banyak atau berdosis tinggi dapat menderita rasa takut berlebih, sifat agresif, dan kematian.

Pemerintah mengestimasi lebih dari 40 persen warga Australia usia 14 tahun keatas pernah memakai obat-obatan ilegal setidaknya satu kali dalam hidupnya. [pd/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG