Tautan-tautan Akses

Pemburu Jepang Bunuh 122 Paus Minke Hamil


Para peneliti memeriksa paus minke di pelabuhan Ayukawa, di Ishinomaki, Prefektur Miyagi, 26 April 2014.
Para peneliti memeriksa paus minke di pelabuhan Ayukawa, di Ishinomaki, Prefektur Miyagi, 26 April 2014.

Pemburu Jepang membunuh 122 paus minke yang sedang hamil selama ekspedisi perburuan paus tahunan yang kontroversial, kantor berita AFP melaporkan, Kamis (5/31).

Pemerintah Jepang membela perburuan tersebut sebagai riset ilmiah, sedangkan para aktivis lingkungan menyebut tindakan tersebut "kejam dan tidak perlu."

Ekspedisi yang berlangsung empat bulan di Antartika ini berakhir Maret. Selama masa ekspedisi, armada pemburu membunuh total 333 paus minke, menurut laporan yang diserahkan oleh pihak berwenang Jepang kepada Komisi Perpausan Internasional (IWC) bulan lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 122 paus sedang mengandung, menurut laporan pihak Jepang. Sekitar puluhan paus yang terbunuh masih berusia muda.

LSM perlindungan binatang, Humane Society International, menyebut angka tersebut "statistik yang mengejutkan dan bukti menyedihkan kekejaman perburuan paus Jepang."

"Ini menunjukkan lebih jauh, bila diperlukan, kekejaman dan tindakan sia-sia dari operasi perburuan paus, khususnya ketika survei-survei dengan cara tidak mematikan telah terbukti memadai untuk keperluan ilmiah," kata Alexia Wellbelove, manajer progam senior Humane Society International.

Jepang adalah penandatangan Komisi Perpausan Internasional yang sudah memberlakukan moratorium perburuan paus sejak 1986.

Namun Tokyo memanfaatkan aturan yang membolehkan paus dibunuh untuk keperluan “riset ilmiah”. Jepang juga mengklaim pihaknya mencoba membuktikan bahwa populasi paus cukup besar untuk perburuan komersial.

Sudah bukan rahasia bila daging-daging paus dari ekspedisi berakhir menjadi santapan di meja makan.

Badan Perikanan Jepang membela perburuan dengan mengatakan pihaknya tidak menyasar paus-paus yang sedang hamil dan perburuan dilakukan secara acak. [ft/dw]

XS
SM
MD
LG