Tautan-tautan Akses

Pembunuh Peragawati Terkenal Pakistan Ditangkap


Model Pakistan yang baru-baru ini terbunuh, Qandeel Baloch, berbicara dalam sebuah konferensi pers di Lahore, Pakistan (28/6) (foto: AP Photo/M. Jameel)
Model Pakistan yang baru-baru ini terbunuh, Qandeel Baloch, berbicara dalam sebuah konferensi pers di Lahore, Pakistan (28/6) (foto: AP Photo/M. Jameel)

Pelaku pembunuhan seorang peragawati Pakistan yang populer pada media sosial yang juga adalah saudara laki-lakinya ditangkap Sabtu malam. Berdasarkan pengakuannya ia mengaku memberinya obat sebelum mencekiknya.

Saudara laki-kali peragawati Pakistan yang terkenal pada media sosial, Qandeel Baloch, telah ditangkap Sabtu malam karena mencekik hingga meninggal peragawati tersebut sehari sebelumnya.

Media setempat melaporkan bahwa ia telah mengaku memberinya obat dan mencekiknya karena dianggap mencemari nama keluarga mereka.

Balock sedang menggunakan libur hari Raya Idul Fitri bersama keluarganya dan datang dari Karachi ke desa Muzaffarabad di provinsi Punjab, Pakistan tengah. Dia sedang tidur, kata polisi, ketika salah seorang dari ke-6 saudara laki-lakinya mencekik Balock di rumah keluarga tersebut.

Balock, yang nama sesungguhnya Fauzia Azeem, menjadi terkenal luas tahun 2014 setelah video, dimana dia bertanya pada seorang pria “Apakah saya cantik,” menjadi sangat populer. Dia menimbulkan kontroversi. Dia menyinggung kaum konservatif atau kaum fanatik ketika dia memuat foto-fotonya bersama Mufti Qavi, seorang ulama terkenal.

Menurut laporan, Balock minum-minum dan merokok bersama Qavi dalam bulan suci Ramadan. Qavi membantah klaim tersebut dan mengatakan mereka hanya bertemu untuk membicarakan ajaran Islam.

Balock juga mendapat pujian kaum muda Pakistan karena melanggar pantangan sosial dan mengutuk kaum konservatif atau kaum fanatik.

Dalam laporan sebelumnya, dia mengatakan kepada AFP bahwa “orang tergila-gila – terutama anak-anak perempuan” setelah pada Hari Valentine, dia memuat video yang bertentangan dengan pesan presiden agar menjauhi pengaruh “barat.” Dia mengenakan pakaian merah-ungu.

“Saya memperoleh sangat banyak telepon dari anak-anak perempuan yang mengatakan kepada saya bahwa saya adalah inspirasi mereka dan mereka ingin seperti saya, katanya.

Sejak hari Sabtu, berita pembunuhan itu sangat ramai di media sosial. Sebagian mengutuk pembunuhan tersebut dan menyerukan pengambilan tindakan, lainnya mengatakan pembunuhan tersebut terpaksa harus dilakukan.

Baloch, menurut laporan, sebelumnya telah bermaksud untuk meninggalkan Pakistan karena alasan keselamatan. Dia sering menerima ancaman pembunuhan. Pembunuhan demi kehormatan sering dipandang sebagai hukuman atas pelanggaran tradisi. [gp]

XS
SM
MD
LG