Tautan-tautan Akses

AS

Pembunuh 3 Muslim AS Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup


Warga membuat tempat penghormat setelah doa bersama di Universitas North Carolina menyusul pembunuhan tiga mahasiswa di Chapel Hill, North Carolina, 11 Februari 2015.

Pelaku pembunuhan tiga Muslim di Chapel Hill, North Carolina dijatuhi hukuman penjara seumur hidup

Peristiwa tragis itu terjadi pada 10 Februari 2015 di perumahan kondominium Finley Forest, Summerwalk Circle, Chapel Hill, negara bagian North Carolina.

Tiga korban pembunuhan itu adalah Deah Shaddy Barakat, mahasiswa kedokteran gigi tahun ke-2, istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha, dan adik Yusor, Razan Mohammad Abu-Salha.

Pelakunya bukan orang yang jauh tinggalnya dari lokasi peristiwa, melainkan tetangga mereka, Craig Stephen Hicks, seorang bekas penjual suku cadang mobil berusia 46 tahun.

Rangkaian bunga di gedung apartemen tempat ketiga mahasiswa dibunuh di Chapel Hill N.C., 11 Februari 2019.
Rangkaian bunga di gedung apartemen tempat ketiga mahasiswa dibunuh di Chapel Hill N.C., 11 Februari 2019.

Setelah menembak mati ketiga korban, ia menyerahkan diri kepada yang pihak berwenang pada malam harinya. Polisi Chapel Hill kemudian menyatakan “penyelidikan awal menunjukkan pembunuhan itu dimotivasi oleh pertikaian yang terus terjadi mengenai tempat parkir di halaman perumahan itu.”

Hicks membantu penyelidik dalam melakukan tugas mereka dan kemudian dikenakan tuduhan melakukan tiga pembunuhan. Para 12 Juni 2019, Hicks mengaku bersalah menembak ketiga korban dan dijatuhi hukuman seumur hidup penjara.

Hicks mengatakan, ia terprovokasi dan marah karena berpendapat ketiga korban mengambil terlalu banyak tempat parkir yang tersedia di perumahan itu. Jaksa penuntut melihat persoalan lain. Menurut jaksa, ketiga korban tidak memarkir mobil mereka di tempat parkir Hicks. Berkaitan dengan itu jaksa berkesimpulan Hicks menyerang ketiganya hanya karena mereka Muslim.

Pada hari pengadilan menjatuhkan hukuman pada Hicks, ayah Ruzor dan Razan, Dr Mohammad Abu-Salha melontarkan ucapan berikut kepada Hicks.

Foto Craig Stephen Hicks, pelaku pembunuhan tiga Muslim di Chapel Hill, 11 Februari 2015.
Foto Craig Stephen Hicks, pelaku pembunuhan tiga Muslim di Chapel Hill, 11 Februari 2015.

“Anda dengar betapa cantiknya mereka. Anda tidak pernah menunjukkan penyesalan atau empati atau hormat bahkan tidak menyatakan permintaan maaf,” kata Dr. Mohammad Abu-Salha.

Tragedi ini mendapat perhatian dari berbagai kelompok. Ada Muslim yang memandangnya sebagai berbau rasis dan anti Muslim. Ada pula dari kelompok lain yang melihatnya semata-mata rasis, dan tidak kurang pula yang melihatnya melulu kejahatan biasa alias kriminal. Keluarga korban berpendapat dari cara ketiganya ditembak mati, tindakan pelakunya tidak lain adalah kejahatan kebencian.

Bertolak dari pendapat itulah keluarga korban bermaksud menuntut Hicks dengan tuduhan kejahatan kebencian tingkat Federal. Tetapi penyelidik mengemukakan tidak terdapat cukup bukti untuk mengajukan tuntutan tersebut. [al]

XS
SM
MD
LG