Tautan-tautan Akses

Pembicaraan Dagang AS dan China Selanjutnya Belum Jelas


Deputi USTR Jeffrey Gerrish (kiri) dan anggota delegasi perdagangan AS meninggalkan hotel usai pembicaraan hari kedua dengan delegasi China di Beijing, Selasa (8/1).

Amerika Serikat dan China tidak memberikan indikasi akan mengambil langkah lebih lanjut setelah mengakhiri pembicaraan yang bertujuan menyelesaikan perang tarif yang mengancam pertumbuhan ekonomi dunia.

Kedua pihak akan “memelihara hubungan erat”, kata Kementerian Perdagangan China, Kamis. Tetapi mereka tidak mengumumkan adanya kesepakatan ataupun tanggal pertemuan berikutnya selama 90 hari gencatan perang tarif yang dideklarasikan tanggal 1 Desember menyusul pertikaian kedua negara terkait ambisi teknologi Beijing.

Ketidakpastian itu mengurangi semangat investor Asia. Pasar saham di Jerman, Perancis, Jepang dan China jatuh lagi setelah sempat naik hari Rabu, menyusul komentar Trump di Twitter bahwa pembicaraan itu “berjalan baik”.

Para perunding memusatkan pembicaraan pada janji China untuk membeli “sejumlah besar” produk pertanian, energi, barang-barang pabrikan, serta produk dan jasa lain, kata Kantor Perwakilan Departemen Perdagangan AS (USTR).

Sebuah pernyataan USTR menegaskan, Amerika bersikeras menuntut China melakukan “perubahan struktural '' terkait kebijakan teknologi, akses pasar, perlindungan hak paten dan hak cipta asing, serta pencurian siber atas rahasia-rahasia dagang. Namun tidak ada tanda kemajuan tercapai dalam pembicaraan di bidang-bidang itu.

USTR juga mengatakan, pembicaraan itu juga membahas pentingnya proses verifikasi yang berlanjut dan penegakan hukum yang efektif”. Fokus-fokus pembicaraan itu mencerminkan rasa frustrasi Amerika bahwa China tidak memenuhi janji-janjiyang dibuatnya pada masa lalu. (ps/ab)

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG