Tautan-tautan Akses

Pembatasan Visa AS Terhadap China Ujian Bagi Pemerintahan Biden 


Para pemohon visa antre di Kedutaan Besar AS di Beijing, China, 26 Juli 2018.

Ketegangan antara Beijing dan Washington memburuk selama beberapa tahun terakhir. Pejabat Amerika telah memperketat pembatasan visa, mengusir ratusan periset China yang dituduh menyembunyikan hubungan mereka dengan militer China dan mengecap perusahaan-perusahaan teknologi China sebagai ancaman keamanan.

Meskipun China menyebut tindakan itu bagian dari “mentalitas perang dingin yang sudah berurat akar”, pendukung pembatasan itu di Amerika Serikat menganggapnya sebagai langkah koreksi menanggapi penyalahgunaan yang dilakukan Presiden China Xi Jinping terhadap kebijakan AS yang mendorong hubungan perdagangan dan akademis.

Langkah paling baru keluar minggu lalu ketika Departemen Luar Negeri AS memperketat pembatasan visa kunjungan terhadap para anggota Partai Komunis China (CCP). Aturan baru itu hanya mengizinkan visa sekali masuk yang berlaku satu bulan. AS sebelumnya mengizinkan visa masuk berkali-kali dalam waktu 10 tahun.

Pejabat AS mengatakan langkah tersebut untuk “melindungi negara dari pengaruh jahat CCP” sementara kementerian luar negeri China menyebutnya “peningkatan tekanan politik oleh beberapa kekuatan ekstrem anti-China di AS.

AS beberapa tahun lalu melonggarkan pembatasan kunjungan warga China ke AS, sebagian karena ingin mengambil keuntungan dari pertumbuhan sektor pariwisata yang dipicu oleh meluasnya kelas menengah China. Pada 2014, pengunjung China -- anggota CCP atau bukan -- berhak mendapatkan visa masuk berkali-kali yang berlaku selama 10 tahun dengan izin tinggal selama enam bulan untuk setiap kedatangan. China membalas dengan langkah serupa namun dengan perkecualian.

“Sejujurnya, ilmuwan China sangat mudah mendapat visa turis 10 tahun dan menggunakannya untuk datang ke AS, tapi warga AS seperti saya, ilmuwan yang bekerja di Lembaga kajian, hanya bisa mendapat visa China satu kali masuk dan paling lama berlaku satu minggu," kata Bonnie Glaser, direktur Proyek Kekuatan China untuk Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington.

Profesor Perry Link dari UniversitasCalifornia, Riverside mengatakan kepada VOA, CCP melarang sebagian warga AS karena warga AS mengecam CCP sementara pemerintah AS tidak pernah melarang orang karena mengecam sebuah partai politik.

Profesor Link dilarang berkunjung ke China selamanya oleh Beijing pada 1996 karena menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris, kumpulan dokumen rahasia pemerintah China terkait demonstrasi Lapangan Tiananmen pada1989. [my/pp]

XS
SM
MD
LG