Tautan-tautan Akses

AS

Peluncuran NASA dengan Roket Swasta, Era Baru Penjelajahan Antariksa


Dua astronaut NASA Doug Hurley dan Robert Behnken bersiap untuk peluncuran menuju stasiun antariksa internasional (ISS) hari Kamis (27/5).

Ketika program penerbangan pesawat ulang-alik NASA berakhir tahun 2011, tidak banyak yang mengira bahwa akan dibutuhkan waktu lebih dari delapan tahun untuk kembali meluncurkan astronot Amerika ke orbit dari Kennedy Space Center di Florida. Tetapi kini ada harapan baru dalam “perlombaan untuk menguasai antariksa” dengan menggunakan roket-roket peluncur swasta.

Dengan menggunakan berbagai peralatan canggih yang terdapat di Planetarium Adler di Chicago, Direktur program astronomi Geza Gyuk mengatakan, masih banyak yang tidak bisa dilakukannya untuk memahami alam raya.

“Meskipun kami punya teleskop dengan lensa berukuran 60 cm di planetarium ini. Kami mendapat kesulitan untuk memantau langit karena banyaknya polusi cahaya dari kota Chicago,” ungkapnya.

Itulah sebabnya ia sangat membutuhkan peralatan dan hasil eksperimen yang dilakukan astronot yang berada di Stasiun Antariksa Internasional yang mengorbit bumi, untuk membantunya melihat alam raya yang luas dan juga untuk melihat bumi dari kejauhan.

Itu adalah bagian penting pekerjaaan yang tidak bisa dilakukannya sejak berakhirnya penerbangan pesawat ulang-alik, sehingga Amerika harus bergantung pada Rusia untuk mengirim astronautnya ke stasiun antariksa itu.

Gyuk juga sangat gembira melihat bahwa kini astronot Amerika akan kembali diluncurkan dari pangkalan peluncuran roket di Florida, sesuatu yang belum bisa dilihatnya hampir satu dasa warsa.

“Saya akan menyaksikan peluncuran itu secara lagsung dan menikmatinya,” ujarnya.

Ketika astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley meluncur ke antaiksa, mencapai ketinggian orbit dan kemudian bergabung dengan stasiun antariksa internasional, mereka melakukan itu dalam program yang sebagian dibeayai oleh Program Awak Komersial NASA.

Kepala NASA Jim Bridenstine mengatakan, “NASA tidak membeli ataupun mengoperasikan roket peluncur itu. Kami adalah pelanggan dan akan membayar ongkosnya.”

Roket Falcon 9 dan pesawat antariksa Dragon yang digunakan dalam misi ini adalah milik Space X, salah satu perusahaan swasta yang sedang “berlomba” untuk meluncurkan astronaut secara komersial dari Cape Canaveral. Program Space X Demo-2 ini mendapat izin untuk dimulai walaupun dunia sedang menghadapi penyebaran virus korona dan segala dampak buruknya.

Penerbangan Hurley dan Behnken yang memulai era baru dalam penerbangan antariksa ini juga lebih murah ongkosnya.

Meskipun perusahaan-perusahaan komersial sedang memusatkan perhatian pada usaha meluncurkan wisatawan ke orbit bumi dan mungkin ke stasiun antariksa, NASA tidak meninggalkan rencana untuk mengembangkan sendiri roket-roket peluncur serta awak yang akan menjalankannya.

NASA kini sedang menguji coba roket-roket generasi berikutnya serta kapsul antariksa yang akan digunakan untuk membawa astronaut Amerika ke bulan, dan nantinya juga ke planet Mars. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG