Tautan-tautan Akses

Pelaku Penyerangan di Jalur Sepeda di New York Terhindar dari Hukuman Mati


Foto sketsa persidangan pada 26 Januari 2023 yang menunjukkan para juri memutuskan bahwa pelaku penyerangan di New York tahun 2017, Sayfullo Saipov, bersalah atas tindakan pembunuhan dan aksi terorisme. (Foto: Reuters/Jane Rosenberg)
Foto sketsa persidangan pada 26 Januari 2023 yang menunjukkan para juri memutuskan bahwa pelaku penyerangan di New York tahun 2017, Sayfullo Saipov, bersalah atas tindakan pembunuhan dan aksi terorisme. (Foto: Reuters/Jane Rosenberg)

Sayfullo Saipov, pria yang dihukum karena membunuh delapan orang dalam serangan di sebuah jalur sepeda di Manhattan pada tahun 2017, terbebas dari hukuman mati setelah juri federal menemui jalan buntu tentang bagaimana dia harus dihukum.

Kebuntuan itu berarti Saipov akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, karena diperlukan keputusan bulat untuk menjatuhkan hukuman mati. Dia akan menghabiskan hukumannya di fasilitas Supermax Colorado, penjara federal AS yang paling aman.

Saipov, yang merupakan warga negara Uzbekistan berusia 35 tahun, dinyatakan bersalah pada bulan Januari oleh juri federal karena melakukan pembunuhan dengan tujuan bergabung dengan Negara Islam, atau ISIS, sebuah kelompok yang oleh Amerika Serikat sebut sebagai organisasi "teroris". Juri yang sama telah dikumpulkan kembali untuk mempertimbangkan hukuman bagi Saipov.

Kasus Saipov itu adalah pengadilan hukuman mati federal pertama sejak Presiden Joe Biden, seorang Demokrat, menjabat pada 2021 setelah berjanji untuk menghapuskan hukuman mati dalam kampanyenya.

Dalam putusan yang dibacakan dengan lantang oleh Hakim Distrik AS Vernon Broderick di pengadilan federal di Manhattan, juri mengindikasikan bahwa mereka tidak dengan suara bulat setuju bahwa Saipov kemungkinan besar akan melakukan tindak pidana kekerasan di penjara pada masa depan.

Ke-12 juri menyetujui sejumlah faktor lain yang memberatkan yang mendukung hukuman mati, termasuk bahwa Saipov merencanakan serangan itu sebelumnya dan bahwa dia melakukannya untuk mendukung ISIS.

Selama fase persidangan, para juri mendengar dari para penyintas serangan yang bersaksi tentang penderitaan mereka hingga sekararng, dan petugas penjara yang menggambarkan kemarahan dan ancaman Saipov sejak penangkapannya.

“Terdakwa masih setia pada jihad dan ISIS dan kekerasan,” kata jaksa Amanda Houle dalam argumen penutupnya pada 7 Maret lalu. [lt/jm]

Forum

XS
SM
MD
LG