Tautan-tautan Akses

Pekan Fesyen London Diwarnai Protes Perubahan Iklim


Para aktivis lingkungan hidup dari Extinction Rebellion berdemonstrasi di luar tempat pagelaran Pekan Fesyen London, Inggris, Sabtu, 15 Februari 2020. (Foto: Reuters)
Para aktivis lingkungan hidup dari Extinction Rebellion berdemonstrasi di luar tempat pagelaran Pekan Fesyen London, Inggris, Sabtu, 15 Februari 2020. (Foto: Reuters)

Puluhan aktivis perubahan iklim menembakkan suar asap berwarna-warni dan memblokir jalan di London tengah, menuntut dibatalkannya Pekan Fesyen London, yang berlangsung Sabtu (15/2/2020) hingga Selasa (18/2/2020).

Para aktivis dari kelompok Extinction Rebellion mengundang perhatian dan kemarahan dari sebagian pengendara, ketika mereka menutup persimpangan yang sibuk dekat tempat diadakannya acara mewah itu. Sebagian pengunjuk rasa mengenakan masker gas dan gaun terbuat dari rantai, sementara yang lainnya membawa poster bertuliskan "Tidak ada fesyen di planet yang mati."

Mereka menyerukan Dewan Fesyen Inggris untuk mengambil upaya lebih banyak untuk melobi kebijakan-kebijakan lingkungan.

Para penyelenggara Pekan Fesyen London telah mengatakan ingin membantu memajukan fesyen yang berkesinambungan dan menciptakan perubahan positif dalam industri itu. Musim ini, perhelatan itu menampilkan pameran "Fesyen Positif" dan "toko barter" di mana para pengunjung bisa menukar baju bekas.

Namun kebanyakan pengunjung Pekan Fesyen akan lebih memperhatikan tren terbaru. Burberry, Victoria Beckham, Tommy Hilfiger, Erdem dan Christopher Kane termasuk diantara para perancang yang akan menampilkan kreasi musim gugur dan dingin di ibu kota Inggris itu. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG