Tautan-tautan Akses

AS

Pejabat Kesehatan AS: Tak Cukup Data untuk Luncurkan "Booster" Secara Luas


Dr. Janet Woodcock, penjabat komisaris FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS)

Pejabat-pejabat tinggi kesehatan Amerika mengatakan kepada Gedung Putih bahwa mereka tidak akan memiliki cukup data untuk meluncurkan suntikan vaksin penguat atau booster COVID-19 secara luas seperti yang telah diantisipasi Presiden Joe Biden, sumber yang mengetahui isu tersebut mengatakan Jumat (3/9).

Sumber tersebut mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa hanya ada data yang cukup untuk mempertimbangkan dosis booster dari Pfizer Inc. dan mitranya BioNTech SE dari Jerman.

Data yang diserahkan pesaing perusahaan itu, Moderna Inc. tidak memenuhi apa yang dibutuhkan, sehingga suntikan booster baru bisa diberikan beberapa minggu setelah 20 September, tanggal yang ditargetkan pemerintah Biden, jika regulator menyetujui penggunaan booster, kata sumber itu.

Sebelumnya, harian The New York Times melaporkan bahwa para pejabat mengatakan kepada Gedung Putih pada Kamis untuk memundurkan rencana memberikan booster kepada masyarakat umum akhir bulan ini.

Dr. Janet Woodcock, penjabat komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), dan Dr. Rochelle Walensky, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mengatakan kepada koordinator COVID Gedung Putih Jeffrey Zientz bahwa lembaga mereka mungkin dapat merekomendasikan booster pada akhir September hanya bagi penerima vaksin Pfizer-BioNTech tertentu, kata sumber yang mengetahui isu tersebut.

Pejabat kesehatan Amerika mengatakan bulan lalu bahwa booster vaksin COVID-19 akan tersedia secara luas pada 20 September bagi mereka yang setidaknya delapan bulan sebelumnya telah menerima dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech atau Moderna. Mereka mengutip data yang menunjukkan kekebalan tubuh dari vaksin sebelumnya menurun sementara kasus infeksi meningkat dari varian Delta.

Biden mengatakan pemerintah berharap memberikan 100 juta vaksin booster gratis di sekitar 80.000 lokasi di seluruh Amerika. Pemerintah menggambarkan rencana boosternya sebagai upaya mengungguli virus, didorong kekhawatiran bahwa perlindungan orang-orang yang sudah divaksinasi penuh bisa ditembus virus corona varian delta. [ka/pp]

Lihat komentar (1)

XS
SM
MD
LG