Tautan-tautan Akses

Pejabat Irak Kecilkan Korban Sipil dan Pelanggaran HAM


Seorang pria menangis saat ia membawa putrinya dan berjalan dari bagian yang dikuasai Islamic State di Mosul menuju ke arah pasukan khusus Irak selama pertempuran di Mosul, Irak, 4 Maret 2017 (foto: REUTERS/Goran Tomasevic)

Pejabat Irak mengecilkan tuduhan kelompok hak asasi manusia tentang tingginya jumlah korban sipil dan pelanggaran setelah pertempuran untuk merebut kembali Mosul dari kelompok teroris ISIS.

Pejabat militer yang mengunjungi Pentagon hari Kamis menyalahkan taktik yang digunakan oleh pejuang ISIS yang menyebabkan kematian warga sipil selama pertempuran di Mosul sewaktu pasukan Irak mendekat ke posisi mereka.

Mereka juga mengatakan video yang menunjukkan pasukan Irak memukul atau melecehkan pejuang ISIS yang ditawan, diduga palsu.

"Ada pihak yang ingin membuat kemenangan yang dibuat oleh militer Irak tidak bermakna," kata Brigadir Jenderal Saad Maan, juru bicara Komando Operasi Baghdad dan Kementerian Dalam Negeri Irak, melalui seorang penerjemah.

Badan Pengawas HAM atau Human Rights Watch mengatakan Kamis, pihknya menggunakan foto satelit untuk memastikan bahwa sebuah video yang dimuat di Facebook sehari sebelumnya diambil di Mosul barat.

Video tersebut menunjukkan bahwa seorang dengan seragam militer Irak memukuli seorang tahanan dan menembaknya.

Maan mengatakan kepada wartawan Pentagon, pejabat Irak telah memeriksa foto itu dan beberapa personil militer dikenakan tindakan, menunggu hasil penyelidikan.

Pejabat Irak juga menanggapi laporan Human Rights Watch bahwa setidaknya 170 keluarga yang diduga terkait dengan ISIS telah dipindahkan secara paksa ke sebuah "kamp rehabilitasi" di luar Mosul. [ps/al]

XS
SM
MD
LG