Tautan-tautan Akses

AS

Pejabat Federal Tak Siap Hadapi Pengungsi AS Pertama dari Wuhan Tahun Lalu


Pesawat yang disewa pemerintah AS untuk mengevakuasi warga AS dari Wuhan, mendarat di bandara militer di Riverside, California, 29 Januari 2020. (Foto: dok).

Para pejabat federal di sebuah pangkalan militer di California yang tahun lalu bertemu dengan sekelompok warga Amerika pengungsi pertama dari Wuhan, China, tidak siap menjalankan misi mereka, sebut The Washington Post. Wuhan adalah tempat di mana virus corona pertama kali muncul.

Mereka tidak mengenakan masker dan tidak memiliki “rencana pencegahan virus atau pelatihan mengenai pengendalian infeksi” sewaktu bertemu para pengungsi, sebut the Post, berdasarkan dua laporan federal yang diperoleh surat kabar itu.

The Post melaporkan di situsnya di Internet, Kamis malam (28/1) bahwa kedua laporan tersebut mendukung “pernyataan pelapor mengenai kekacauan itu sementara para pejabat AS bergegas menerima hampir 200 pengungsi” yang akhirnya tidak dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Namun demikian pengaduan dari pelapor itu menghasilkan “peninjauan internal oleh Departemen Kesehatan (HHS) dan investigasi yang diawasi oleh Kantor Penasihat Khusus,” sebut the Post.

Menurut pernyataan surat kabar itu, para pejabat federal yang pertama kali berinteraksi dengan para pengungsi dari Wuhan di March Air Reserve Base di Kabupaten Riverside, California, diinstruksikan untuk melepaskan APD mereka sewaktu bertemu dengan para pengungsi agar mereka tidak terlihat buruk.

Kantor penasihat umum HHS yang dipimpin Robert Charrow, pejabat yang diangkat Trump, melakukan kampanye menentang pelapor di kalangan para anggota Kongres yang menerima sebuah pernyataan dari HHS. Menurut kantor itu, pernyataan tersebut berisikan informasi dari pelapor yang saling bertentangan.

Langkah HHS itu “tercela,” kata Penasihat Khusus Henry Kerner dalam sepucuk surat kepada Presiden Joe Biden hari Kamis (28/1). Kerner memuji “keberanian pelapor yang luar biasa dalam mengemukakan tuduhan-tuduhan tersebut.”

Sekarang ini terdapat lebih dari 101 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia, sebut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center hari Jumat. AS menduduki tempat teratas dengan catatan lebih dari 25 juta kasus, disusul India dengan 10,7 juta kasus dan Brazil dengan` 9 juta kasus. Lebih dari 2 juta orang telah meninggal akibat penyakit ini, sebut Hopkins.

Tim WHO di China Mulai Bekerja

Satu tim investigator Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang telah menuntaskan karantina 14 hari, hari Jumat mulai bekerja menjalankan misi mereka di China untuk mengungkap asal usul virus corona.

Salah satu perhentian pertama para investigator itu adalah rumah sakit di Wuhan, di mana beberapa pasien awal COVID-19 dirawat

Tim WHO juga diperkirakan akan mengunjungi sebuah pasar ikan di Wuhan yang terkait dengan kasus-kasus awal, Institut Virologi Wuhan, dan sebuah laboratorium Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Virus corona ini muncul di Wuhan pada akhir 2019 dan sejak itu telah menyebar ke seluruh dunia. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG