Tautan-tautan Akses

Pejabat di Negara-negara Timur Tengah Antisipasi Pembalasan Iran


Ribuan warga Iran melakukan aksi unjuk rasa menuntut pembalasan atas tewasnya Jenderal Qassem Soleimani dalam aksi di Teheran (4/1).

Tidak ada yang tahu di mana Iran akan melakukan penyerangan untuk membalas pembunuhan jenderal utamanya. Tewasnya Jenderal Iran itu terjadi pada hari Jumat (3/1) dalam serangan drone AS, tetapi tidak banyak orang yang percaya bahwa Teheran tidak akan membalas, dan Iran memiliki pilihan untuk menarget sekutu-sekutu AS di Irak, Suriah, Lebanon, dan Yaman sebagai pembalasan, demikian peringatan para analis.

Sekutu-sekutu AS yang sebagian mengeluh tidak diberi tahu sebelumnya mengenai rencana pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, kini menyusun rencana untuk mengatasi kemungkinan buruk tersebut.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan AS akan menyerang Iran "dengan sangat cepat dan sangat keras," jika melakukan pembalasan dengan mengatakan Pentagon telah mengidentifikasi 52 target Iran, termasuk beberapa situs budaya "tingkat tinggi".

Para pimpinan militer Inggris memberi saran kepada kantor Perdana Menteri di Downing Street untuk mempertimbangkan pengiriman lebih banyak tentara guna meningkatkan keamanan bagi 400 tentaranya di Irak, dan seribu lebih tentara yang ditempatkan di wilayah Teluk.

Sejauh ini saran itu ditolak Perdana Menteri Boris Johnson yang sebaliknya memerintahkan pasukan Inggris di Irak dilengkapi persenjataan yang lebih berat dan misi mereka dialihkan dari pelatihan pasukan lokal menjadi penjaga diplomat Inggris dari serangan balas dendam Iran setelah pembunuhan Soleimani, yang dianggap Washington dan London sebagai pemimpin teror. London khawatir sekutu-sekutu Iran bisa menyerbu kompleks kedutaan Inggris di Baghdad untuk membunuh atau menculik warga negara Inggris.

Menteri pertahanan Inggris, Ben Wallace, Minggu memerintahkan dua kapal perang Angkatan Laut Kerajaan di Teluk memulai "pengawalan ketat" kapal-kapal tanker minyak di tengah kekhawatiran Iran bisa merebut atau menenggelamkan kapal-kapal Barat.

"Kita punya pilihan dan rencana darurat jika semua terjadi. Pasukan kita di kawasan itu telah diperintahkan untuk beralih sebagai pasukan pelindung," kata seorang pejabat senior Inggris.

Perancis dan Belanda meniru AS dan memerintahkan warganya untuk meninggalkan Irak, di mana roket mendarat di dekat kedutaan AS di Baghdad hari Sabtu.

Sekutu-sekutu Washington di Eropa dari berbagai tingkatan telah menyampaikan rasa frustrasi dengan serangan terhadap Soleimani, meskipun mengakui Suleimani terlibat langsung dalam kegiatan teroris. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo hari Sabtu mengatakan Inggris dan sekutu Eropa lainnya tidak membantu sebagaimana yang diinginkannya, "orang Inggris, Perancis, Jerman semua perlu memahami yang kita lakukan juga menyelamatkan nyawa di Eropa. "

Para pemimpin militer Israel memperketat pertahanan mereka dan bersiap-siap menghadapi Hizbullah yang menanggapi pembunuhan Soleimani, pemimpin utama Iran di wilayah itu dan kepala Pasukan elit Iran, Quds.

Sementara itu, ribuan pengunjuk rasa Syiah pro Iran turun ke jalan pada hari Minggu di kota Karachi dan Islamabad, Pakistan untuk memprotes pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak.

Di Karachi, protes itu diselenggarakan bersama oleh kelompok-kelompok pro-Syiah. Para penyelenggara mengumumkan mereka akan berdemonstrasi dari Karachi Press Club menuju konsulat AS.

Menanggapi pengumuman itu keamanan diperketat di sekitar Konsulat AS untuk menghalangi demonstran mencapai konsulat.

Kelompok-kelompok perempuan termasuk di antara demonstran di Karachi dan Islamabad, membawa spanduk yang mengecam AS dan meneriakkan "Jatuhlah Amerika". (my/jm)

XS
SM
MD
LG