Tautan-tautan Akses

Pejabat China dan Satu Warga AS Dituduh Bungkam Pembangkang Beijing


Jaksa AS untuk wilayah distrik timur Kota New York, Breon Peace, menghadiri konferensi pers di kantor Departemen Kehakiman di Washington, pada 16 Maret 2022. (Foto: Reuters/Emily Elconin)
Jaksa AS untuk wilayah distrik timur Kota New York, Breon Peace, menghadiri konferensi pers di kantor Departemen Kehakiman di Washington, pada 16 Maret 2022. (Foto: Reuters/Emily Elconin)

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan bahwa pihaknya telah menggugat seorang warga negara Amerika Serikat dan empat pejabat dari Kementerian Keamanan China atas dugaan melakukan konspirasi dan spionase dalam sebuah skema untuk membungkam perbedaan pendapat tentang Beijing.

Dalam sebuah dakwaan yang diajukan di pengadilan federal di New York, padaSelasa (17/5), Amerika mendakwa bahwa Shujun Wang dari New York, seorang warga negara Amerika yang telah melalui proses naturalisasi, bertindak sebagai aset intelijen rahasia China di komunitasnya sendiri dengan “memata-matai dan melaporkan informasi sensitif tentang para aktivis terkemuka dan organisasi-organisasi prodemokrasi” di Amerika Serikat.

Dakwaan tersebut menyatakan bahwa Wang yang berusia 73 tahun memberikan laporan kepada empat pejabat Keamanan Negara China, yaitu Feng He, Jie Ji, Ming Li, dan Keqing Lu, yang menurut pejabat Departemen Kehakiman bertindak sebagai penghubungnya. Wang ditangkap pada 16 Maret lalu, tetapi empat pejabat lainnya masih buron, kata Departemen Kehakiman.

Jaksa AS Breon Peace di New York mengatakan dakwaan itu “mengungkap dan mengganggu operasi yang dilakukan oleh China yang mengancam keselamatan dan kebebasan warga negara China yang tinggal di Amerika Serikat karena keyakinan dan pendapat prodemokrasi mereka.”

Surat dakwaan itu menggambarkan Wang sebagai “seorang akademisi dan penulis terkenal yang membantu memulai organisasi prodemokrasi” di New York yang menentang rezim komunis yang berlangsung di China saat ini.

Tetapi AS menuduh bahwa setidaknya sejak 2011, Wang menggunakan statusnya dalam diaspora China dan komunitas pembangkang untuk secara diam-diam mengumpulkan informasi tentang aktivis terkemuka dan pemimpin hak asasi manusia dan kemudian mengirimkannya ke Kementerian Keamanan Negara melalui aplikasi pesan terenkripsi atau mengungkapkannya dalam pertemuan tatap muka langsung di China.

Surat dakwaan mengatakan bahwa otoritas penegak hukum AS menemukan 163 entri “buku harian” di kediaman Wang yang telah dikirimkannya ke empat agen mata-mata di China. [lt/em]

XS
SM
MD
LG