Tautan-tautan Akses

Pebisnis Inggris: Brexit Timbulkan Problem Impor dari UE


Toko makanan dan kelontong Panzer di London, Inggris, 26 Maret 2024. (REUTERS/Toby Melville)
Toko makanan dan kelontong Panzer di London, Inggris, 26 Maret 2024. (REUTERS/Toby Melville)

Toko makanan Panzer di barat laut London, kehilangan 37 pemasok dari Uni Eropa (UE), sejak Inggris meninggalkan blok pasar tunggal itu pada 2021. Pemilik toko ini, David Josephs khawatir akan ada lebih banyak pemasok yang hilang setelah Inggris memperkenalkan sistem pengecekan perbatasan yang baru bulan ini.

Inggris telah memutuskan untuk meninggalkan UE pada 2016. Karena besarnya tugas untuk mengurai rantai pasokan dan mendirikan kantor bea cukai perbatasan, negara itu baru bisa menerapkan aturan baru tahun ini.

Eksportir Uni Eropa untuk daging dingin dan beku, ikan, keju, produk susu dan bunga potong, harus menyertakan sertifikat kesehatan, yang ditandatangani oleh dokter hewat atau pemeriksa tanaman sejak 31 Januari. Persyaratan ini, menurut pengecer kecil dan pedagang besar di Inggris, bisa menunda kedatangan barang hingga beberapa pekan.

FILE: Anggur Prancis di rak penjualan di toko makanan dan kelontong Panzer di London, Inggris, 26 Maret 2024. (REUTERS/Toby Melville)
FILE: Anggur Prancis di rak penjualan di toko makanan dan kelontong Panzer di London, Inggris, 26 Maret 2024. (REUTERS/Toby Melville)

Saat ini muncul peringatan bahwa dimulainya pengecekan fisik di pos pengendalian perbatasan pemerintah, bersamaan dengan bea yang lebih tinggi sejak 30 April, akan membatasi keragaman dan kesegaran makanan artisan seperti charcuterie (olahan daging awetan), keju, pasta dan minyak zaitun, dan harganya juga akan naik.

Pemerintah mengatakan, pemeriksaan baru ini akan membantu mencegah penyakit serta hama masuk ke Inggris.

Pemerintah juga menyatakan akan menerapkan perlakuan yang sama bagi eksportir Inggris. Pada 2021, UE mendadak menerapkan aturan mereka, yang menyebabkan penundaan di pelabuhan dan memaksa sejumlah ekspotir Inggris untuk menghentikan penjualan barang ke UE , setidaknya pada awal-awalnya.

David Josephs, pemilik Panzer's, berpose di depan toko makanan dan kelontongnya di London, Inggris, 26 Maret 2024. (REUTERS/Toby Melville)
David Josephs, pemilik Panzer's, berpose di depan toko makanan dan kelontongnya di London, Inggris, 26 Maret 2024. (REUTERS/Toby Melville)

Pemilik toko makanan, Josephs, yang menjual berbagai produk dari lebih 80 negara dan memasok ke sekitar 200 restoran, mengatakan bahwa Brexit telah menjadi bencana bagi bisnisnya.

Dia percaya bahwa aturan-aturan baru akan membuat banyak hal menjadi lebih buruk dan khawatir aturan itu akan menghalangi para importir. Sementara itu sejumlah pemasok daging telah mengatakan kepadanya bahwa belum-belum mereka sudah mempertanyakan, apakah memasok barang ke Inggris akan layak secara ekonomi.

Nick Carlucci, direktur penjualan di perusahaan penyedia makanan Italia, Tenuta Marmorelle yang berbasis di Berkshire, Inggris selatan, mengatakan perubahan pada Januari lalu telah meningkatkan biaya dan memperpanjang waktu tunggu untuk sejumlah jenis barang selama beberapa pekan. Dia mengimpor minyak zaitun dari pertanian milik keluarganya di Puglia, burrata dan keju mozzarella berbahan susu kerbau, cuka balsamik, daging iris, pasta, antipasti dan panettone.

Dia mengatakan, mengimpor hanya satu palet untuk lima atau lebih jenis daging iris yang berbeda, akan membebani dia biaya 432 pounds atau $537 dolar lebih banyak daripada sebelum Brexit, mulai 30 April ini. Biaya itu untuk sertifikat dari dokter hewan 120 pounds dan 195 pounds biaya yang dikenakan pemerintah untuk menutup ongkos penerapan sistem baru ini. [ns/uh]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG