Tautan-tautan Akses

PBB Serukan Pengurangan Penggunaan Plastik


Seorang pekerja India memilah botol-botol plastik bekas sebelum dikirim untuk didaur ulang, di sebuah stasiun kereta pada Hari Lingkungan Dunia, Ahmadabad, India, 5 Juni2018.
Seorang pekerja India memilah botol-botol plastik bekas sebelum dikirim untuk didaur ulang, di sebuah stasiun kereta pada Hari Lingkungan Dunia, Ahmadabad, India, 5 Juni2018.

Menandai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PBB, Selasa (5/6/2018) menyebut plastik sebagai salah satu ancaman lingkungan terbesar yang dihadapi dunia.

Laporan berjudul, "Plastik Sekali Pakai: Peta Jalan menuju Kesinambungan" mengatakan, meski peraturan pemerintah tentang penggunaan plastik telah berdampak pada sebagian pengurangan limbah, namun masih belum cukup. Masih diperlukan tindakan yang lebih mendesak.

"Dunia kita dibanjiri sampah plastik berbahaya," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pidatonya. "Sampah mikroplastik di laut sekarang melebihi jumlah bintang di galaksi kita", katanya.

“Dari pulau-pulau terpencil sampai ke Kutub Utara , tidak ada tempat yang tidak terkena. Jika tren sekarang ini berlanjut, menjelang 2050 lautan kita akan memiliki lebih banyak plastik daripada ikan,” katanya.

Laporan tersebut mencatat, menurut sebagian perkiraan, sekitar 5 triliun kantong plastik digunakan di seluruh dunia setiap tahun.

Meskipun mengakui bahwa cara melawan sampah plastik berbeda bagi tiap negara, laporan PBB menyarankan 10 langkah universal yang dapat diikuti oleh para pembuat kebijakan, termasuk alternatif ramah lingkungan dan promosi produk yang dapat digunakan berkali-kali.

Menurut lembaga Ocean Conservancy, 8 juta ton plastik memasuki lautan setiap tahun, menambah jumlah 150 juta ton yang sudah ada di laut. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG