Tautan-tautan Akses

PBB Serukan Evaluasi Siasat Tempur di Irak untuk Kurangi Korban Sipil


Kepala urusan Hak Azasi Manusia PBB, Zeid Ra’ad Al Hussein (Foto:dok).

Kepala urusan hak azasi manusia PBB meminta kepada militer Irak dan koalisi yang dipimpin Amerika untuk meninjau kembali siasat pertempuran melawan ISIS di Mosul, dan memperingatkan bahwa mereka sebaiknya jangan masuk ke apa yang disebutnya “perangkap” militan yang membahayakan kaum sipil.

“Serangan udara terhadap lokasi ISIS dalam lingkungan demikian, terutama mengingat adanya indikasi yang jelas bahwa ISIS menggunakan sejumlah besar warga sipil sebagai tameng manusia di lokasi demikian, mungkin akan berdampak maut sebagian besar terhadap warga sipil,” kata Zeid Ra’ad Al Hussein dalam pernyataan Selasa (28/3).

PBB mengatakan sedikitnya 307 orang tewas dan 273 lainnya luka-luka antara tanggal 17 Februari dan 22 Maret di Mosul barat. PBB mengganggap kejatuhan semua korban disebabkan tindakan semua pihak yang terlibat dalam pertempuran merebut Mosul barat.

“Strategi ISIS menggunakan anak-anak, pria dan wanita untuk melindungi diri mereka terhadap serangan adalah tindakan pengecut dan terkutuk,” kata Zeid. “Itu melanggar martabat dan moralitas manusia yang paling dasar.”

Ia menyambut baik janji dari koalisi yang dipimpin Amerika dan militer Irak untuk menyelidiki sebagian insiden yang paling serius yang menjatuhkan korban sipil.

Satu insiden yang menjatuhkan paling banyak korban terjadi tanggal 17 Maret di Kota Tua Mosul barat.

Militer Amerika sedang melihat lebih dari 700 video yang meliput 10 hari serangan udara di Mosul untuk menentukan apakah laporan bahwa serangan koalisi menewaskan sampai sebanyak 100 orang sipil di Mosul kredibel, kata juru bicara hari Senin. [gp]

XS
SM
MD
LG