Tautan-tautan Akses

Penyelidik PBB Tuduh Pemerintah dan Oposisi Lakukan Kejahatan Perang di Suriah


Anggota komisi Penyelidik PBB untuk Suriah Carla del Ponte dalam konfrensi di Markas PBB di Jenewa, Senin (18/2).
Anggota komisi Penyelidik PBB untuk Suriah Carla del Ponte dalam konfrensi di Markas PBB di Jenewa, Senin (18/2).

Komisi Penyelidik PBB menuduh adanya kemungkinan kejahatan perang – baik oleh pihak pemerintah maupun oposisi Suriah, dan mengingatkan bahwa konflik itu semakin brutal.

Laporan komisi itu menuduh pasukan pro dan anti-pemerintah di Suriah telah menjadi semakin kasar dan sewenang-wenang. Laporan itu mengatakan perang di Suriah menjadi lebih sektarian dan kini menarik elemen-elemen kriminal, dan meningkatkan jumlah pejuang asing.

Laporan itu menduga pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata anti-pemerintah membantai warga sipil.

Laporan itu juga menuduh pemerintah Suriah melakukan penangkapan sewenang-wenang, pembunuhan, penyiksaan dan perkosaan – semua tindakan yang jika terbukti merupakan bagian kejahatan atas kemanusiaan.

Meskipun laporan itu lebih menyalahkan pemerintah Suriah, tim penyelidik juga menuduh bahwa kelompok-kelompok gerilyawan telah melakukan pembunuhan, penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang dan penyanderaan, yang jika terbukti juga merupakan kejahatan perang.

Pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok gerilyawan tidak berkomentar atas laporan hari Senin itu.

Salah seorang komisioner PBB – mantan penyelidik kejahatan perang Carla del Ponte – mengatakan, kejahatan perang telah berlangsung terlalu lama di Suriah.

Del Ponte mengatakan inilah saatnya bagi Dewan Keamanan PBB untuk bertindak, membawa para pelaku kejahatan perang ini ke depan hukum. Sejauh ini ada perbedaan tajam di Dewan Keamanan, yaitu antara negara-negara Barat dan Tiongkok serta Rusia yang memblokir tindakan dewan.

“Sangat luar biasa melihat Dewan Keamanan tidak mengambil keputusan apapun setelah dua tahun. Keadilan harus ditegakkan karena kejahatan terus berlanjut di Suriah dan jumlah korban dari hari ke hari terus meningkat. Jadi keadilan harus ditegakkan,” ujar Del Ponte.

Komisi penyelidik itu dibentuk tahun 2011 oleh Badan HAM PBB. Keempat penyelidik PBB tidak diperkenankan memasuki Suriah. Mereka mengumpulkan informasi bagi laporan setebal 131 halaman itu dari kesaksikan hampir 450 orang.

Del Ponte mengatakan sebagian tuduhan yang paling mengejutkan menyangkut anak-anak.

“Anak-anak digunakan – sebagai penyampai pesan dalam perang – dan tentunya mereka menghadapi resiko tinggi dan banyak anak terluka. Kami juga mendokumentasikan beberapa kejahatan yang dilakukan atas anak-anak, seperti perkosaan dan aksi kekerasan seksual lain,” papar Del Ponte.

Komisi itu telah memiliki sebuah daftar rahasia pejabat politik tingkat tinggi dan militer serta unit-unit militer, yang dicurigai bertanggungjawab atas kejahatan-kejahatan ini.

Komisi itu akan menyampaikan daftar tersebut kepada Komisi Tinggi Urusan HAM PBB bulan depan. Sebuah mahkamah akan melakukan penyelidikan resmi yang mungkin mengatah pada penuntutan.

PBB memperkirakan sekitar 70.000 orang telah tewas sejak demonstrasi anti-pemerintah pecah bulan Maret 2011 dan meluas menjadi perang terbuka.
XS
SM
MD
LG