Tautan-tautan Akses

PBB Evakuasi Pengungsi Libya dari Pusat Penahanan di Tripoli


Para pengungsi Sudan, yang melarikan diri dari konflik antara pasukan yang setia pada pemerintahan dukungan internasional dan pasukan yang mendukung Khalifa Haftar, duduk di sebuah sekolah di ibu kota Libya, Tripoli, 24 April 2019.

PBB telah mengevakuasi sekitar 325 pengungsi Libya dari pusat penahanan yang dikelola pemerintah di Tripoli setelah sebagian diduga diserang karena memprotes kondisi buruk.

Pertempuran antara pemerintah yang bersaing di Libya telah membuat hidup di dan dekat ibu kota sangat berbahaya bagi warga sipil.

"Bahaya yang dialami pengungsi dan migran di Tripoli tidak pernah sebesar sekarang," kata wakil kepala misi PBB, Matthew Brook, Rabu (24/4). "Sangat penting pengungsi yang berada dalam bahaya dibebaskan dan dievakuasi ke tempat yang aman."

Badan pengungsi PBB mengatakan keputusannya untuk segera memindahkan para pengungsi keluar dari pusat penahanan Qaser Ben Gasheer di Tripoli dipicu oleh laporan bahwa sebagian dipukuli dan diancam dengan tembakan karena mengeluhkan kondisi yang penuh sesak dan kurangnya makanan.

Dua belas orang dirawat di rumah sakit.

Para pejabat PBB mengatakan sangat prihatin dengan keselamatan sekitar 3.000 migran di berbagai pusat penahanan di Tripoli. Mereka mengatakan pertempuran mempersulit bantuan yang sangat diperlukan para migran, dan sangat penting warga sipil dibebaskan serta diberi kesempatan untuk menjauh dari pertempuran.

Ribuan migran dari Libya dan tempat lainnya berupaya melakukan perjalanan berbahaya ke Eropa menyebrang Laut Tengah dari pantai Libya setiap tahun. [my]

XS
SM
MD
LG