Tautan-tautan Akses

PBB Beli Kapal Tanker Minyak untuk Mulai Selamatkan Operasi di Lepas Pantai Teluk Yaman


Gambar satelit yang dirilis oleh Maxar Technologies ini menunjukkan kapal tanker FSO Safer yang merapat menuju pelabuhan Ras Issa di Yaman, pada 17 Juni 2020. (Foto: Maxar Technologies via AP, File)
Gambar satelit yang dirilis oleh Maxar Technologies ini menunjukkan kapal tanker FSO Safer yang merapat menuju pelabuhan Ras Issa di Yaman, pada 17 Juni 2020. (Foto: Maxar Technologies via AP, File)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Kamis (9/3), mengatakan telah membeli sebuah kapal untuk mentransfer lebih dari satu juta barel minyak dari kapal tanker yang terbengkalai dan mengancam pantai Laut Merah di Yaman, dan operasi penyelamatan direncanakan dimulai pada awal Mei.

“Pembelian kapal ini, merupakan langkah maju yang paling signifikan dalam menyelesaikan masalah kapal FSO Safer dalam tujuh hingga delapan tahun terakhir,” kata koordinator kemanusiaan dan penduduk PBB untuk Yaman, David Gressly, kepada wartawan melalui video dari Aden.

PBB telah memperingatkan selama beberapa tahun bahwa kapal tanker super FSO Safer yang berusia 47 tahun adalah bom waktu yang bisa bocor, tenggelam, atau meledak, melepaskan bencana ekologis dan kemanusiaan yang besar.

Kerusakan lingkungan dan kejatuhan ekonomi akan mempengaruhi negara-negara di sekitar kawasan Laut Merah dan menelan biaya sekitar $20 miliar untuk membersihkannya, selain mengganggu pelayaran internasional melalui selat Bab al-Mandab ke Terusan Suez.

Kapal Safer tidak dirawat sejak 2015 ketika sebagian besar ditinggalkan karena perang saudara di Yaman. Kepala Program Pembangunan PBB kepada wartawan mengatakan kantornya menandatangani perjanjian tersebut dengan perusahaan pelayaran Belgia Euronav untuk membeli apa yang dikenal sebagai Very Large Crude Carrier, atau VLCC, pada Kamis (9/3). Harga dari kapal berlambung ganda sepanjang 332 meter itu mencapai $55 juta (sekitar Rp852 miliar). [my/lt]

Forum

XS
SM
MD
LG