Tautan-tautan Akses

PBB: 400.000 Balita Yaman Bisa Mati karena Kelaparan


Anak-anak berjalan di sebuah kamp pengungsian di Yaman. (Foto: Reuters)

Empat badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (12/2), mengatakan setidaknya 400 ribu anak usia di bawah 5 tahun di Yaman bisa meninggal karena kelaparan tahun ini. Hal tersebut dapat terjadi tanpa intervensi segera di tengah melonjaknya tingkat kekurangan gizi yang didorong oleh perang dan pandemi virus corona.

Reuters, Jumat (12/2), melaporkan peringatan itu muncul hampir enam tahun setelah pecahnya perang yang membuat 80 persen populasi di Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Jumat (12/2), badan-badan tersebut memproyeksikan masalah kekurangan gizi balita pada parah di Yaman naik 22 persen dibandingkan dengan tahun 2020.

Malnutrisi akut yang parah berakibat pada risiko kematian akibat kekurangan makanan. Laporan tersebut mengatakan Aden, Hodeidah, Taiz dan Sanaa termasuk di antara daerah yang paling parah terkena dampak.

Sebanyak 2,3 juta balita lainnya diperkirakan akan menderita kekurangan gizi akut pada tahun 2021. Mereka mengatakan malnutrisi akut di antara anak-anak dan ibu-ibu di Yaman telah meningkat setiap tahun terjadinya konflik, didorong oleh tingginya tingkat penyakit dan meningkatnya tingkat kerawanan pangan.

Sekitar 1,2 juta wanita hamil atau menyusui juga diproyeksikan mengalami kekurangan gizi akut tahun ini.

Kelaparan tidak pernah diumumkan secara resmi di Yaman. PBB mengatakan negara itu mengalami krisis kemanusiaan terbesar di dunia. [ah]

XS
SM
MD
LG