Tautan-tautan Akses

Paus Tunjuk Dua Uskup Tambahan ke Santiago, Chili


Paus Fransiskus (tengah) saat berkunjung ke Universitas Chile di kota Santiago, 17 Januari 2018 (foto: dok).
Paus Fransiskus (tengah) saat berkunjung ke Universitas Chile di kota Santiago, 17 Januari 2018 (foto: dok).

Paus Fransiskus telah menunjuk dua uskup auksilier atau uskup tambahan, ke Santiago, Chile. Mereka ada uskup pertama yang ditunjuk untuk negara-negara di Amerika Selatan sejak pengunduran diri seluruh konferensi keuskupan di sana karena apa yang digambarkan Paus sebagai “budaya menutup-nutupi” terjadinya pelecehan yang dilakukan para uskup. Sabina Castelfranco melaporkan dari Roma, disampaikan oleh Eva Mazrieva.

Uskup-uskup pembantu yang baru diangkat itu adalah Carlos Irarrazaval Errazuriz dan Alberto Lorenzelli Rossi, keduanya melayani sebagai uskup di ibukota Chili. Yang terakhir adalah seorang warga Italia keturunan Argentina yang tiba di Chili lima tahun lalu dan bukan bagian dari perpecahan lama yang ada di antara para pemimpin agama di Santiago.

Penunjukan itu dilakukan satu tahun setelah pertemuan puncak darurat di Vatikan untuk membahas skandal pelecehan seksual yang melanda Gereja Katholik di Chili.

Pada Mei 2018 lalu, setelah serangkaian skandal dan dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, seluruh konferensi uskup nasional yang beranggotakan 34 uskup di Chili menawarkan untuk mengundurkan diri.

Para uskup itu menyampaikan pengumuman tersebut setelah menghadiri pertemuan darurat dengan Paus Fransiskus upaya menutup-nutupi pelecehan seksual yang dilakukan para uskup di negara mereka. Mereka juga menandatangani sebuah dokumen di mana mereka memasrahkan nasib pada Paus.

Paus Fransiskus Tunjul 2 Uskup Auksilier ke Santiago
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:05 0:00

Uskup Chili Juan Ignacio Gonzalez ketika itu mengatakan, "Ketika itu para uskup juga minta maaf atas kepedihan yang ditimbulkan terhadap para korban pelecehan seksual. Mereka juga minta maaf kepada Paus, kepada umat Kristiani dan kepada pemerintah Chili atas kesalahan dan kelalaian yang serius itu."

Dalam dokumen tentang skandal itu, Paus Fransiskus mengatakan seluruh hirarki Gereja Chili bertanggungjawab secara kolektif atas kejahatan serius dalam menangani kasus-kasus yang terjadi, sehingga menghilangkan kredibilitas pada Gereja Katholik di negara itu.

Maret lalu Paus menerima pengunduran diri Kardinal Ricardo Ezzati Andrello, Uskup Agung Santiago yang berusia 77 tahun, yang dituduh telah menutup-nutupi kejahatan para pastor. Paus menunjuk Uskup Celestino Aos Braco dari Copiapo sebagai administratur apostolik Santiago. (em)

Recommended

XS
SM
MD
LG