Tautan-tautan Akses

Paus, Pemimpin Gereja Anglican dan Presbyterian Kecam Undang-Undang Anti Gay


Paus Fransiskus

Paus Fransiskus, Kepala Komuni Anglican dan Pemimpin Presbyterian terkemuka hari Minggu (5/2) sama-sama mengecam kriminalisasi homoseksualitas, dan mengatakan kaum gay harus disambut di gereja mereka.

Tiga pemimpin umat Kristiani itu berbicara tentang hak-hak LGBTQ dalam konferensi pers yang belum pernah terjadi sebelumnya, dalam perjalanan pulang dari Sudan Selatan di mana mereka ikut serta dalam ziarah ekumenis tiga hari guna berupaya mendorong proses perdamaian negara muda itu ke depan.

Mereka ditanya tentang pernyataan Paus Fransiskus baru-baru ini kepada Associated Press di mana ia mengatakan undang-undang yang mengkriminalisasi kaum gay adalah “tidak adil,” dan bahwa “menjadi homoseksual bukan kejahatan.”

Paus Fransiskus: ‘Menjadi Homoseksual Bukan Kejahatan’
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:00:44 0:00

Sudan Selatan adalah salah satu dari 67 negara yang mengkriminalisasi homoseksualitas. Sebelas dari 67 negara itu memberlakukan hukuman mati pada kaum gay.

Aktivis LGBTQ mengatakan meskipun undang-undang semacam itu tidak diterapkan, undang-undang itu berkontribusi pada iklim pelecehan, diskriminasi dan kekerasan.

Paus: Orang dengan Kecenderungan Homoseksual adalah Anak-anak Tuhan Juga

Paus merujuk pada pernyataannya tanggal 24 Januari lalu dalam wawancara dengan Associated Press, dan mengulangi bahwa undang-undang semacam itu “tidak adil.” Ia juga mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa orang tua tidak boleh mengusir anak mereka yang gay dari rumah.

“Menghukum orang seperti itu adalah dosa. Mengkriminalisasi orang dengan kecenderungan homoseksual adalah ketidakadilan,” ujarnya seraya menambahkan “orang-orang dengan kecenderungan homoseksual adalah anak-anak Tuhan. Tuhan mencintai mereka. Tuhan menyertai mereka.”

Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, menyebut hak-hak LGBTQ menjadi salah satu agenda Gereja Inggris saat ini, dan mengatakan ia akan merujuk kata-kata Paus ketika isu ini dibahas di Sinode Umum gereja yang akan datang. “Saya berharap akan berbicara dengan fasih dan sejelas Paus. Saya sepenuhnya setuju dengan setiap kata yang disampaikannya,” ujar Welby.

Baru-baru ini Gereja Inggris memutuskan untuk mengizinkan pemberkatan bagi pernikahan sipil sesama jenis, tetapi mengatakan pasangan sesama jenis itu tidak dapat menikah di gerejanya.

Vatikan melarang pernikahan gay dan pemberkatan sesama jenis.

Welby mengatakan kepada wartawan bahwa masalah kriminalisasi gay itu telah diangkat dalam dua Konferensi Lambeth sebelumnya dari Komuni Anglikan yang lebih luas, yang mencakup gereja-gereja di Afrika dan Timur Tengah di mana undang-undang anti-gay semacam itu paling umum diberlakukan dan sering mendapat dukungan dari uskup-uskup konservatif.

Konferensi Lambeth yang lebih luas telah dua kali menentang kriminalisasi gay. “Tetapi hal itu tidak benar-benar mengubah pikiran banyak orang,” ujar Welby. [em/jm]

Forum

XS
SM
MD
LG