Tautan-tautan Akses

Paus Fransiskus Desak AS, Iran Hindari Eskalasi Konflik


Paus Fransiskus berbicara kepada para diplomat di Vatikan hari Kamis (9/1).

Paus Fransiskus berbicara kepada para diplomat di Vatikan, serta mendesak Amerika dan Iran untuk menghindari peningkatan (eskalasi) krisis sekarang ini. Dalam pidatonya tahunannya "State of the World", Paus mendesak AS dan Iran untuk mengadakan "dialog dan pengendalian diri" guna menghindari konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Dia juga berbicara tentang keprihatinannya terhadap situasi di Suriah, Yaman dan Libya.

Seperti kebiasaan pada awal tahun, Paus Fransiskus berbicara kepada duta-duta besar yang mewakili negara-negara ke Vatikan. Paus menyampaikan gambaran suram tahun lalu dan menyatakan keprihatinannya untuk masa depan.

Berbicara di ruang Sala Regia di dalam Vatikan, Paus mengatakan, "Sedihnya tahun baru tampaknya tidak ditandai dengan tanda-tanda yang menggembirakan, melainkan diwarnai oleh ketegangan yang meningkat dan tindakan kekerasan."

Paus menambahkan, "Keluarga kita sesama manusia terluka oleh serangkaian perang yang semakin merusak, khususnya berdampak pada orang miskin dan yang paling rentan."

Masalah yang paling meresahkan adalah sinyal-sinyal yang datang dari seluruh kawasan Timur Tengah, kata Paus, menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika. Paus Fransiskus mengatakan, ketegangan itu berisiko pada " proses pemulihan secara bertahap di Irak, serta memperbesar peluang bagi konflik yang lebih luas yang ingin kita hindari."

Paus menyinggung pembunuhan baru-baru ini di Irak terhadap jenderal tinggi Iran, Qassem Soleimani oleh Amerika. Iran membalasnya dengan menembakkan rudal ke dua pangkalan militer pasukan AS di Irak.

Paus memperbarui permohonannya agar "semua pihak yang berkepentingan hendaknya menghindari meningkatnya konflik dan menjaga semangat dialog serta mengekang diri, dengan menghormati sepenuhnya hukum internasional."

Fransiskus berharap bisa mengunjungi Irak dan mengatakan kunjungannya akan dilakukannya pada tahun 2020, tetapi ketegangan terakhir dapat menyulitkan lawatannya, terutama karena alasan-alasan keamanan.

Paus Fransiskus mengatakan, "Keterlibatan yang lebih tegas dan efektif dari komunitas internasional adalah yang paling mendesak di wilayah Laut Tengah dan di Timur Tengah.”

Ia juga menyebut "kebisuan dan kegelapan", berisiko akan meliputi perang yang telah menghancurkan Suriah dalam sepuluh tahun terakhir.

Paus mengatakan, "Sangat penting untuk mencari solusi yang tepat dan berpandangan jauh ke depan yang mampu memungkinkan orang-orang Suriah yang terkasih, yang kelelahan oleh perang, untuk memperoleh kembali perdamaian dan mulai membangun kembali negaranya." (ps/jm)

Lihat komentar (1)

XS
SM
MD
LG