Tautan-tautan Akses

Pasukan Pemerintah Suriah Rebut Kembali Perlintasan dari ISIS

  • Edward Yeranian

Kota Abu Kamal, Suriah timur, yang berbatasan dengan kota Al-Qaim, provinsi Anbar, Irak (foto: ilustrasi). Pasukan Suriah telah merebut kembali kota Abu Kamal dari militan ISIS.

Pasukan pemerintah Suriah telah merebut kembali kota perbatasan Abu Kamal, kubu penting terakhir ISIS di Suriah timur. Pasukan pemerintah Irak telah merebut kembali al Qaim, kota di negara itu yang berbatasan dengan Suriah, beberapa hari lalu.

Juru bicara militer Suriah mengatakan tentara dan sekutu-sekutunya, termasuk milisi Hezbullah yang pro-Iran di Lebanon, terlibat dalam upaya mengenyahkan ISIS dari Albu Kamal. Ia mengatakan militan ISIS lari kocar kacir dari kota itu setelah pertempuran sengit dan dikejar pasukan pemerintah.

Stasiun televisi pemerintah Suriah menunjukkan pasukan pemerintah menembakkan artileri jarak jauh ke militan ISIS yang lari ke padang pasir. Tidak jelas berapa banyak pejuang ISIS yang ada di Albu Kamal sebelum tentara Suriah merebut kembali kota tersebut.

Media Arab melaporkan beberapa kantong wilayah melancarkan perlawanan dan gambar-gambar di dalam kota itu menunjukkan kerusakan luas. Juru bicara militer Suriah mengatakan pasukan pemerintah "membersihkan ranjau yang dipasang ISIS di jalan-jalan dan bangunan-bangunan."

Tentara Irak dan milisi Syiah sekutunya merebut kembali al Qaim, kota di wilayah Irak yang berbatasan dengan Albu Kamal, beberapa hari lalu. Harian al Hayat milik Arab Saudi melaporkan, banyak pejuang milisi Irak, dikenal sebagai "al Hushd," terus bergerak melawan ISIS di Albu Kamal.

Kepada VOA, Profesor Hilal Khashan, dosen ilmu politik pada American University di Beirut, mengatakan direbutnya kembali Albu Kamal merupakan kemenangan besar pialang kekuasaan di wilayah itu dan sekutu Suriah, Iran.

"Kini orang-orang Irak dan Suriah terhubung di Albu Kamal. Artinya, jalan telah terbuka lebar dari Teheran ke Beirut, dan itu merupakan kemenangan besar Iran di Timur Tengah," ujar Khashan.

Khashan kemudian mengemukakan bahwa Arab Saudi dan Israel akan gusar atas kemenangan strategis Iran di wilayah itu dan khawatir Iran akan mengangkut senjata ke Laut Tengah melalui koridor yang baru dimenangkan.

Pemerintah Suriah mengklaim, Amerika dan Turki adalah masalah utama negara itu. Penasihat utama Bashar al Assad untuk media, Bouthaina Shaaban dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon, al Mayadeen TV, hari Rabu mengatakan, "Pasukan Turki secara tidak sah berada di wilayah Suriah, seperti juga pasukan Amerika berada di wilayah kami secara tidak sah."

Pasukan Amerika mendukung milisi "SDF" Kurdi, yang memerangi ISIS di bagian utara dan timur Suriah. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG