Tautan-tautan Akses

Pasukan Keamanan Sudan Sita Bahan Peledak Pembuat Bom


Pemandangan Khartoum, Ibu Kota Sudan, 10 November 2012. (Foto: Reuters)
Pemandangan Khartoum, Ibu Kota Sudan, 10 November 2012. (Foto: Reuters)

Pihak berwenang mengumumkan, Rabu (16/9), pasukan keamanan Sudan menarget kelompok rahasia yang diduga teroris di Khartoum, ibu kota negara itu dan menyita sejumlah besar bahan peledak, termasuk TNT dan amonium nitrat.

Jaksa Agung Sudan Taj Alsir Alhibir mengatakan sedikitnya 41 orang ditangkap dan sedang diselidiki.

Brigjen Jamal Juma Adam, juru bicara pasukan paramiliter Tanggap Cepat, mengatakan pihaknya melangsungkan operasi itu di bawah pengawasan kantor kejaksaan

"Kami pantau aktivitas orang-orang yang jual-beli bahan peledak di wilayah ibu kota," kata Jenderal Adam. "Antara 19 Agustus dan 3 September, penggerebekan dilakukan dan menyita bahan-bahan peledak sekaligus menangkap mereka yang terlibat.”

Pada Maret 2020, Perdana Menteri Sudan Abdallah Hamdok berhasil diselamatkan dari upaya pembunuhan yang menarget iring-iringan mobilnya saat dalam perjalanan ke kantor. Para penyerang itu menggunakan bahan peledak, yang menurut Adam serupa dengan mereka yang ditangkap pasukan RSF. Beberapa tersangka ditangkap terkait dengan serangan tersebut, tetapi hasil penyelidikan -- yang menurut pejabat Sudan termasuk FBI — belum dapat dipublikasikan.

Adam mengemukakan bahan peledak itu menjadi ancaman yang melebihi keamanan nasional Sudan.

Jaksa Agung Sudan Alhibir mengatakan bahan peledak yang disita di Khartoum itu meliputi bahan-bahan yang digunakan untuk keperluan industri termasuk untuk pembuatan bom.

"Penggerebekan itu termasuk penyitaan bahan-bahan peledak yang sangat berbahaya, termasuk TNT dan Amonium Nitrat — yang seperti Anda ketahui, bahan serupa yang baru-baru ini meledakkan pelabuhan Beirut di Lebanon," kata Alhibir lebih lanjut.

Sejumlah analisis forensik mengungkapkan senyawa tersebut "cukup berbahaya untuk meledakkan ibukota negara, jika saya tidak salah," Alhibir menambahkan.

Ia menyatakan penyelidikan sedang ditangani Jaksa Sudan ‘yang khusus mengatasi kontraterorisme."

Adam mengatakan zat yang disita oleh pasukan RSF seharusnya hanya digunakan oleh industri dengan pengaturan yang ketat dan di bawah pengawasan militer.

Adam dan Alhibir menghimbau warga untuk waspada dan melaporkan segala aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwenang. [mg/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG