Tautan-tautan Akses

Pasukan India, China Kembali Bentrok di Perbatasan


Tentara China berjaga pos penjagaan perbatasan di kawasan Nathu La, Sikkim, perbatasan China-India, yang terletak pada ketinggian 4.500 meter dari permukaan laut, 10 Juli 2008. (Foto: dok).

Beberapa tentara India dan China terlibat dalam bentrokan pekan lalu di sepanjang perbatasan yang disengketakan, kata sejumlah pejabat India Senin (25/1), sementara perselisihan selama berbulan-bulan antara kedua negara bersenjata nuklir itu terus berlanjut.

Bentrokan di daerah Naku La Sikkim itu terjadi empat hari sebelum negara-negara itu mengadakan pembicaraan putaran ke-sembilan, Minggu (24/1), untuk mengakhiri ketegangan di daerah perbatasan lain yang disengketakan di wilayah terpencil Ladakh.

Pasukan India menggambarkan bentrokan di Naku La sebagai “pertempuran kecil'' dan mengatakan bentrokan itu telah diselesaikan oleh para komandan setempat sesuai protokol yang ditetapkan.

Pernyataan militer India tidak memberikan rincian lain, tetapi meminta media menahan diri untuk tidak melebih-lebihkan insiden tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan ia tidak memiliki informasi untuk diberikan tentang insiden itu tetapi mendesak India untuk tidak mengambil tindakan sepihak yang dapat memperumit atau memperburuk ketegangan perbatasan.

Sejak bentrokan mematikan tahun lalu, sejumlah tentara dari kedua belah pihak kadang-kadang bentrok. Beberapa di antara mereka bahkan melepaskan tembakan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, melanggar perjanjian lama untuk tidak menggunakan senjata api selama konfrontasi perbatasan.

Dua pejabat keamanan India mengatakan setidaknya 18 tentara China mencoba menyeberang ke wilayah yang diklaim India di Naku La, Rabu malam lalu, dan dihalangi sejumlah tentara India, sehingga menyebabkan bentrokan yang melibatkan pentungan dan batu. Para pejabat itu, yang berbicara namun merahasiakan nama karena sensitivitas masalah tersebut dan sesuai dengan peraturan pemerintah, mengatakan, para tentara dari kedua belah pihak membawa senjata api tetapi tidak menggunakannya.

Kedua pejabat itu mengatakan belasan tentara India dan setidaknya delapan tentara China mengalami luka ringan. Tidak ada konfirmasi independen atas insiden tersebut.

Pemimpin Partai Kongres, partai oposisi utama India, Rahul Gandhi, menuduh China “memperluas pendudukannya ke wilayah India'' dan mempertanyakan sikap diam Perdana Menteri Narendra Modi.

Modi “belum mengucapkan kata 'China' selama berbulan-bulan, '' kata Gandhi dalam cuitannya di Twitter, Senin. “Mungkin ia bisa mulai dengan mengucapkan kata China.”

India dan China terlibat dalam pertikaian militer yang menegangkan sejak Mei lalu di pegunungan Karakoram. Mereka bahkan menempatkan pasukan di sana meski dalam situasi musim dingin yang keras.

Kedua belah pihak telah memobilisasi puluhan ribu tentara, artileri, dan pesawat tempur di sepanjang perbatasan yang diperebutkan dengan sengit yang dikenal sebagai Garis Kontrol Aktual, atau LAC, yang memisahkan wilayah yang dikuasai China dan India dari Ladakh di barat hingga negara bagian Arunachal Pradesh di India Timur, yang diklaim oleh China secara keseluruhan.

Meskipun lebih dari tiga lusin putaran pembicaraan telah dilangsungkan selama bertahun-tahun dan beberapa pertemuan antara Modi dan Presiden China Xi Jinping, kedua negara sama sekali tidak menyelesaikan perselisihan. (ab/uh)

Recommended

XS
SM
MD
LG