Tautan-tautan Akses

Pasca Gempa, Indonesia Minta Pekerja Bantuan Asing Keluar


Bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Palu dilemparkan keluar dari sebuah kapal di Palu, Sulawesi Tengah (foto: ilustrasi).
Bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Palu dilemparkan keluar dari sebuah kapal di Palu, Sulawesi Tengah (foto: ilustrasi).

Pemerintah Indonesia mengatakan pekerja bantuan asing yang melakukan perjalanan ke Sulawesi setelah gempa dahsyat dan tsunami bulan lalu harus meninggalkan negara itu.

Badan-badan bantuan asing pergi ke zona gempa setelah gempa pada 28 September yang memicu tsunami dan menyebabkan kerusakan besar. Angka kematian resmi mendekati 2.000, dengan sekitar 5.000 orang belum ditemukan dan diperkirakan tewas. 70 Ribu orang telah mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengeluarkan peraturan baru bagi LSM internasional, dan mengatakan, "LSM asing yang mengerahkan personil asing disarankan segera menarik personil mereka."

Pengumuman itu muncul beberapa hari sebelum upaya pencarian dijadwalkan berakhir. Kantor berita Reuters melaporkan pencarian akan dihentikan hari Kamis, dan para pejabat mengutip kekhawatiran akan penyebaran penyakit.

Pihak berwenang juga menginstruksikan LSM asing memberi bantuan melalui Palang Merah Indonesia, meskipun beberapa kelompok mengatakan kesulitan memperoleh izin untuk mendatangkan staf dan peralatan. Pekerja bantuan juga mengatakan peraturan mengenai bantuan apa yang bisa mereka berikan, membingungkan.

Indonesia enggan bergantung pada bantuan luar untuk mengatasi bencana pada masa lalu. Negara itu menolak bantuan ketika pulau Lombok dilanda gempa pada Juli dan Agustus lalu. Namun, pemerintah membuat pengecualian setelah gempa dan tsunami berkekuatan 7,5 bulan lalu di Sulawesi.

Menurut pengamat, pemerintah mungkin tidak ingin tampak tidak mampu dan bahwa keputusan itu mungkin dipengaruhi pemilu yang dijadwalkan tahun depan. (ka)

XS
SM
MD
LG