Tautan-tautan Akses

Pasca Demonstrasi di Perancis, Aktivitas Mulai Normal, Hampir 1.800 Orang Masih Ditahan


Para pengunjuk rasa yang mengenakan rompi kuning berdiri dekat sebuah pohon yang terbakar, seraya berunjuk rasa menentang kenaikan biaya hidup dengan menyalahkan tingginya pajak (foto: Sameer Al-Doumy/AFP)

Kementerian Dalam Negeri Perancis mengatakan hampir 1.800 orang ditahan di seluruh Perancis dalam aksi demonstrasi jaket kuning terbaru, demonstrasi berskala besar dalam beberapa tahun terakhir ini.

Polisi hari Sabtu (8/12) menggeledah para pengunjukrasa yang naik kereta api, menyita piranti yang mereka bawa – mulai dari bola-bola petangue yang terbuat dari logam hingga raket tenis – yang dikhawatirkan akan digunakan sebagai “senjata” dalam demonstrasi.

Menara Eiffel dan Museum Louvre dibuka kembali hari Minggu (9/12), setelah ditutup akibat demonstrasi dan kerusuhan sehari sebelumnya. Toko-toko juga mulai buka kembali, menghitung kerugian yang mereka derita akibat kaca-kaca jendela yang pecah dan penjarahan yang terjadi; belum termasuk kerugian karena tutup pada puncak musim belanja menjelang Natal.

Angin kencang dan hujan yang melanda Paris sepanjang Sabtu malam, menyulitkan upaya pembersihan hari Minggu. Tutup tabung gas air mata tampak berserakan di jalan berbatu bulat di sekitar Champs-Elysees. Sepanjang demonstrasi hari Sabtu, para pengunjukrasa merusak kayu-kayu yang menutupi dan melindungi kaca toko-toko di Paris. Polisi berulangkali mengusir mereka dengan menggunakan gas air mata dan meriam air.

Demonstrasi hari Sabtu ditujukan langsung kepada Presiden Emmanuel Macron, yang minggu lalu membuat keputusan mengejutkan untuk tidak mempedulikan protes terhadap kenaikan pajak BBM, yang memicu demonstrasi pertama satu bulan lalu.

Aksi demonstrasi yang sudah bergulir berminggu-minggu itu kini tidak sekedar memprotes kenaikan pajak BBM, tetapi juga kenaikan upah mininum dan pengunduran diri Macron. [em]

Recommended

XS
SM
MD
LG